BATIK SOENDARI, PELESTARIAN BUDAYA LOKAL KHAS KOTA MALANG

SIARINDOMEDIA.COM – Batik Soendari menjadi salah satu pelopor dalam pelestarian budaya batik, dengan mengusung motif-motif yang terinspirasi dari warisan sejarah dan kekayaan alam Kota Malang. Berlokasi di Jalan PTP II PERMATA, Jalan Soekarno Hatta No. A2, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang. Beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00-20.00 WIB.

Tempat ini menawarkan beragam motif batik dari berbagai daerah, salah satunya motif khas Malang, sehingga menjadi pilihan tepat bagi pecinta kain wastra.

Satrya, salah satu Co Owner Batik Soendari, menceritakan bahwa usaha ini memiliki akar yang kuat dalam sejarah keluarganya.

“Jadi untuk awalnya memang bisa dibilang yang memulai untuk usaha batik itu dari buyut saya sebenarnya. Jadi namanya Eyang Martopuro, itu beliau berjualan batik sekitar tahun 40,50 sampe hampir tahun 60an, jadi sekitar tahun 1940 sampe 1960an,” ujarnya.

Setelah Eyang Martopuro wafat, usaha yang dirintisnya tidak dilanjutkan oleh anak-anaknya. Meski demikian, putrinya, Soendari, tetap menjaga warisan keluarga dengan menceritakan kisah bisnis batik tersebut kepada anak-anaknya, termasuk Yunita, ibu dari Satrya. Terinspirasi dari cerita itu, pada tahun 2013, Yunita akhirnya mendirikan Galeri Batik Soendari di Kota Malang.

SENI BATIK. Proses pembuatan batik cetak. Foto: Leonnicha Putri Maharani

Motif Khas Malang

Motif-motif khas Malang mulai berkembang sekitar tahun 2000-an. Beberapa motif unggulan yang dikreasikan antara lain teratai, trembesi yang diambil dari flora khas Malang, burung manyar diambil dari fauna khas Malang, serta yang terinspirasi dari topeng dan tugu Malang. Selain itu, kain-kain ini juga mengembangkan motif dari masa Kerajaan Singasari yang diambil dari referensi arca-arca bersejarah.

Meskipun lebih banyak menghadirkan batik khas Malang, tersedia juga motif dari daerah lain seperti Tulungagung, Solo, dan Pekalongan.

“Tapi kita juga ada sih batik dari daerah lain, misal dari daerah Tulungagung yang istilahnya untuk menghormati heritage kami juga dari sana, kemudian ada dari Solo, Pekalongan segala macam. Nah itu untuk edukasi ke konsumen kami,” jelas Satrya.

Batik Soendari banyak membuat batik khas Malang secara langsung di galeri mereka. Namun, mereka juga bekerja sama dengan perajin di sekitar Malang. Tersedia juga lembaga pelatihan khusus yang melibatkan peserta untuk ikut serta dalam produksi, baik di galeri maupun di rumah masing-masing.

Dengan demikian, Batik Soendari tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian dan pengembangan budaya batik di daerahnya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Authors

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *