MANAJEMEN MIMPI, MENGOLAH CITA-CITA DEMI MEREBUT KESUKSESAN (SERI 26)

EDISI SENIN, 5 AGUSTUS 2024

Tulisan Dr. Imam Muhajirin Elfahmi SH, S.Pd, MM, (Coach Fahmi)

Jaringan Indonesia Berdaya

Penerima Anugerah Insan Pancasila dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila 2024.

SIARINDOMEDIA.COM – ”Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.” Ini kutipan pernyataan yang melegenda dari Presiden RI Pertama Ir. Soekarno.

Kalimat pesan itu sudah saya dengar sejak lama. Namun kala itu tentu saya belum paham apa maksudnya. Dan ternyata kekuatan mimpi itu begitu dahsyat. Siapa yang punya mimpi besar, dan bisa mengelola mimpi tersebut, peluang merebut kesuksesan itu begitu besar.

Seorang pemimpi itu in the good way . Mimpi ketika diolah dan didukung oleh berbagai komponen lain, maka akan menjadi sebuah cita-cita. Hidup tanpa mimpi sama dengan hidup tanpa cita-cita, artinya hidupnya bakal muter-muter saja. Tidak berarah.

Ibaratnya orang yang mengeluarkan mobil dari garasi tanpa tahu arahnya mau ke mana. Dia akan mutar-mutar tidak jelas. Tidak ada bedanya hari ini dengan hari sebelumnya.

Sebaliknya, orang yang punya mimpi dan punya cita-cita, setiap hari terasa berbeda, setiap hari selalu produktif. Karenanya bermimpi jangan nanggung atau setengah-setengah. Kalau perlu mimpi kita harus bisa bikin “gemetar” kita sendiri.

Namun tidak apa-apa, sebagaimana yang dipesankan Bung Karno tadi, bermimpi harus setinggi langit sekalian. Mimpi yang tinggi, di situ ada tantangan, ada motivasi untuk bisa mengggapainya walau setahap demi setahap. Terpenting ada upaya memanjat tahapan-tahapan itu.

Kalau mimpi tidak bisa membuat kita takut, bisa jadi mimpinya terlalu ringan. Cita-citanya biasa-biasa saja. Sehingga motivasi untuk mencapainya juga standar saja.

Kalau mimpi tidak bikin adrenalin, berarti cita-citanya belum besar. Jangan-jangan yang dipertaruhkan tidak ada apa-apanya ini. Maka, bermimpilah yang tinggi. Along the way.

Namun yang jangan dilupakan, setelah punya mimpi dan bercita-cita, tugas berikutnya merawat cita-cita itu. Bagaimana merawatnya? Yakni menjaga konsistensi dengan mimpi-mimpi besar tersebut. Artinya yang diimpikan, lalu dipikirkan, diucapkan dan lakukan. Itulah konsisten.

Terkadang ada orang bermimpi A, namun mikirnya B, yang diucapkan C. Model seperti ini sulit menembus kesuksesan. Padahal ketika mimpi kita pikirkan, akan berubah menjadi rencana. Ketika rencana kita ucapkan, maka berubah menjadi komitmen. Ketika komitmen kita lakukan, maka berubah jadi kenyataan. Itulah sebuah kesuksesan. Selamat bermimpi.

Jangan lupa Gaungkan Spirit Kegemilangan demi Negeri Kita Yang Hebat ini. (CF)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *