Rumah Budaya Ratna Ruang Literasi yang Terus Hidup

SIARINDOMEDIA.COM-Rumah Budaya Ratna (RBR) menjadi ruang literasi dan seni yang terbuka bagi berbagai lapisan masyarakat. Sejak diresmikan pada 24 Agustus 2024, tempat ini tidak hanya menjadi ruang tinggal, tetapi juga wadah untuk menulis, membaca, dan berkarya.

Rumah Budaya Ratna didirikan oleh Benny Ibrahim, adik kandung Ratna Indraswari Ibrahim, sastrawan disabilitas yang dikenal produktif berkarya. Benny menjelaskan, ide mendirikan Rumah Budaya Ratna muncul dari semangat Ratna untuk memberdayakan masyarakat melalui sastra dan budaya.

“Awalnya karena Ratna. Beliau suka menulis meskipun dalam kondisi disabilitas,” ujar Benny.

Ratna dikenal produktif menulis puisi, cerpen, hingga novel. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan forum literasi. Dari semangat tersebut, pada 2023 Benny memutuskan mendirikan Rumah Budaya Ratna sebagai ruang belajar sastra, seni, dan budaya bagi masyarakat luas.

“Kami ingin tempat ini menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi siapa pun yang ingin tumbuh lewat literasi,” katanya.

Sejak dibuka, Rumah Budaya Ratna hampir tidak pernah sepi pengunjung. Benny mencatat, rata-rata terdapat 20 orang yang datang setiap hari berdasarkan buku tamu. Dalam setahun, lebih dari 6.000 pengunjung telah datang. Sebagian besar merupakan mahasiswa, tetapi terdapat pula pelajar SMP dan SMA yang datang untuk belajar menulis, membaca, berbagi informasi, serta belajar bersama.

Perpustakaan di Rumah Budaya Ratna dibuat seperti kafe dengan rak buku terbuka, meja kayu, dan suasana santai. Konsep tersebut membuat pengunjung dapat membaca sekaligus berdiskusi, bernyanyi, atau sekadar berbincang.

RUANG LITERASI: Perpustakaan Rumah Budaya Ratna dipenuhi koleksi buku dan ruang baca.

“Di sini orang bisa membaca sambil berdiskusi, bernyanyi, atau sekadar berbincang,” tutur Benny.

Selain itu, bimbingan penulisan puisi, cerpen, hingga novel juga digelar secara sukarela tanpa bayaran.

“Karena kami tidak punya dana besar. Tapi semangat kami besar,” ujar Benny sambil tersenyum.

Setiap dua minggu sekali, Rumah Budaya Ratna juga menggelar pertunjukan seni kecil, mulai dari musik akustik, teater, tarian tradisional, hingga keroncong. Rumah tersebut dikelola secara mandiri dan belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah.

Di balik berdirinya rumah tersebut, sosok Ratna tetap menjadi sumber inspirasi. Ia dikenal sebagai penulis produktif yang menciptakan puisi, cerpen, dan novel dengan kekuatan ide yang berasal dari kehidupan sekitar.

SOSOK INSPIRATIF: Ratna Indraswari Ibrahim, sastrawan disabilitas yang menjadi inspirasi berdirinya Rumah Budaya Ratna.

Ratna juga kerap menggali cerita dari orang-orang di sekitarnya. Karyanya tidak sekadar menjadi curahan hati, tetapi mengangkat persoalan kemanusiaan universal, seperti cinta, kehilangan, perjuangan, dan keberanian perempuan.

Menulis bagi Ratna bukan sekadar cara untuk menceritakan kehidupan, tetapi juga menjadi cara memahami kehidupan. Jejak pemikiran dan karyanya kemudian menjadi salah satu fondasi semangat yang terus dihidupkan melalui Rumah Budaya Ratna.

Rumah Budaya Ratna juga berdiri atas nilai toleransi dan keberagaman. Semua agama dihormati karena dianggap mengajarkan kebaikan. Tempat ini bukan hanya menjadi wadah belajar sastra, tetapi juga ruang untuk belajar hidup bersama dalam perbedaan.

Dikelola oleh keluarga, sahabat, dan relawan, Rumah Budaya Ratna menjadi simbol gotong royong. Rumah tersebut menunjukkan bahwa satu relasi dapat menjadi aset dan satu karya dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Rumah Budaya Ratna bukan sekadar tempat belajar menulis. Tempat ini menjadi ruang hidup bagi tumbuhnya ide, empati, dan persaudaraan. Dari sosok Ratna, lahir semangat untuk memberdayakan masyarakat melalui literasi dan budaya.

Meski Ratna telah tiada, jejaknya tetap hidup melalui buku, forum diskusi, dan aktivitas para pengunjung Rumah Budaya Ratna. Rumah tersebut menjadi ruang yang menunjukkan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang menumbuhkan kemanusiaan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *