WE STAND! 2026 Dorong Kesadaran Cegah Kekerasan Seksual

SIARINDOMEDIA.COM-WE STAND! 2026 (Women Empowerment and Education for Sexual Harassment and Abuse) merupakan salah satu program kerja yang mengangkat isu pemberdayaan perempuan dan pencegahan kekerasan seksual dengan tema “From Silence to Strength: Empowering Voices Against Sexual Violence”. Pada rangkaian pertama tahun 2026, kegiatan ini mengusung tema talkshow “Voices of Women: Ending Sexual Violence with Awareness and Equality.” Kegiatan diselenggarakan pada Sabtu, 18 Juli 2026 secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 715 peserta yang terdiri atas pelajar SMA/sederajat serta mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian 1 WE STAND! 2026 dikemas dalam bentuk talkshow yang diawali dengan penayangan video interview bersama tenaga profesional, yaitu dr. Nuretha Hevy Purwaningtyas, M.Sc., Sp.KKLP., Subsp.FOMC., yang membahas isu kekerasan seksual dari perspektif medis. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi talkshow bersama Anindytha Arsa Prameswari yang membahas berbagai isu terkait kekerasan seksual, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab bersama peserta sehingga peserta dapat terlibat secara aktif dalam pembahasan isu yang diangkat.

Dalam sesi talkshow, berbagai materi disampaikan, mulai dari perkembangan kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dan masyarakat, bentuk-bentuk kekerasan seksual yang sering kali tidak disadari, hingga pentingnya kesetaraan gender dan inklusivitas sebagai bagian dari upaya pencegahan kekerasan seksual. Pembahasan juga mencakup dampak stigma dan victim blaming terhadap proses pemulihan korban, serta dampak kekerasan seksual terhadap aspek psikologis, sosial, dan akademik. Selain itu, narasumber turut membahas langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat dalam membangun ruang yang aman, suportif, dan inklusif. Kolaborasi antara perempuan dan laki-laki sebagai agen perubahan juga ditekankan sebagai salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan seksual.

WE STAND! 2026 diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan seksual dan perundungan, sekaligus mendorong terwujudnya pemberdayaan perempuan melalui edukasi, peningkatan empati, serta terciptanya lingkungan yang aman, inklusif, dan suportif bagi setiap individu. Antusiasme peserta selama kegiatan menjadi salah satu hal yang menarik untuk dibagikan. Peserta menunjukkan partisipasi yang tinggi, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab. Beragam pertanyaan kritis serta pandangan yang disampaikan mencerminkan tingginya kepedulian peserta terhadap isu kekerasan seksual dan kesetaraan gender, sekaligus menunjukkan adanya semangat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang lebih aman dan inklusif.

Menurut Vallerine Angelica Kuok selaku Ketua Pelaksana WE STAND! 2026, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi dan edukasi mengenai isu kekerasan seksual, tetapi juga menjadi langkah awal bagi peserta untuk menumbuhkan empati, menghargai setiap suara, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung upaya pencegahan kekerasan seksual.

Sementara itu, Muhammad Faisha Arshafy Fahmi selaku Menteri Aksi, Kajian, dan Propaganda BEM FK UB menyampaikan bahwa WE STAND! 2026 menjadi salah satu program yang memiliki dampak besar karena merupakan satu-satunya program di FK UB yang secara khusus berfokus pada isu pemberdayaan perempuan. Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mengajak peserta untuk lebih berani bersuara, peduli terhadap isu-isu perempuan, serta menyadari bahwa setiap individu dapat berkontribusi dalam membawa perubahan yang lebih baik. Pada tahun ini, WE STAND! hadir dengan konsep baru melalui talkshow dan video edukasi sehingga penyampaian materi menjadi lebih menarik dan tidak monoton. Meskipun memiliki konsep yang berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat berjalan dengan lancar dan menarik.

Ia juga menyampaikan rasa senang dan bangga dapat menjadi bagian dari WE STAND! 2026 serta memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam menyukseskan rangkaian pertama. Ke depannya, WE STAND! diharapkan dapat terus menjadi program kerja yang konsisten dalam menyuarakan isu pemberdayaan perempuan dengan menghadirkan berbagai konsep dan inovasi baru yang menarik serta berdampak. Selain itu, diharapkan WE STAND! dapat menjangkau lebih banyak peserta setiap tahunnya, terus menginspirasi masyarakat untuk lebih aktif, peduli, dan berani bersuara, serta menjadi bagian dari perubahan menuju lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *