UM Latih Guru Bahasa Arab Kembangkan Tes Interaktif

SIARINDOMEDIA.COM— Departemen Sastra Arab melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Inovasi Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab melalui Pelatihan Pengembangan Tes Interaktif bagi Guru Alumni PPG”, Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula AVA Fakultas Sastra UM ini dilaksanakan secara hybrid, dengan melibatkan 107 peserta yang mengikuti kegiatan secara luring dan daring.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.30 WIB. Acara pembukaan dihadiri oleh para narasumber, yaitu Dr. Mohammad Ahsanuddin, Prof. Dr. Moh. Ainin, Dr. Moch. Wahib Dariyadi, dan Muhammad Rizalul Furqon, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua MGMP Bahasa Arab Jawa Timur. Turut hadir Prof. Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd., Wakil Dekan III Fakultas Sastra UM.

Dalam sambutannya, Dr. Mohammad Ahsanuddin, selaku ketua pelaksana sekaligus Ketua Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra UM, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu guru dalam mengikuti kegiatan ini. Mudah-mudahan pelatihan ini memberikan manfaat dan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan evaluasi pembelajaran Bahasa Arab yang inovatif,” ungkap Dr. Mohammad Ahsanuddin.

Sementara itu, Prof. Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd., Wakil Dekan III Fakultas Sastra UM, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini sangat relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan guru dalam menghadapi transformasi digital di bidang pendidikan.

Perkembangan teknologi telah mengubah cara guru melaksanakan pembelajaran, termasuk dalam melakukan evaluasi. Pembuatan soal dan pelaksanaan tes tidak lagi harus menggunakan kertas, tetapi dapat dikembangkan melalui berbagai platform digital yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik generasi peserta didik saat ini.

Penguatan Konsep hingga Praktik Pengembangan Tes Interaktif

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan praktik yang disampaikan oleh empat narasumber.

Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Moh. Ainin mengenai konsep evaluasi pembelajaran Bahasa Arab. Pada sesi ini, peserta mendapatkan penguatan mengenai konsep, prinsip, serta pentingnya evaluasi dalam proses pembelajaran Bahasa Arab. Materi tersebut menjadi landasan bagi peserta sebelum memasuki sesi praktik pengembangan tes interaktif.

Sesi kedua disampaikan oleh Muhammad Rizalul Furqon, S.Pd., M.Pd., Ketua MGMP Bahasa Arab Jawa Timur. Materi lebih diarahkan pada praktik baik penggunaan tes interaktif di kelas. Peserta diperkenalkan dengan berbagai platform yang dapat digunakan untuk membuat evaluasi pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan, seperti Kahoot!, Quizizz, Wordwall, dan berbagai aplikasi digital lainnya.

Pada sesi ketiga, Dr. Moch. Wahib Dariyadi menyampaikan materi tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan tes interaktif. Peserta mendapatkan wawasan mengenai bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk membantu guru dalam merancang soal, mengembangkan variasi pertanyaan, serta mendukung proses penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran secara lebih efektif dan efisien.

Sementara itu, sesi terakhir disampaikan oleh Dr. Mohammad Ahsanuddin yang lebih banyak memberikan praktik pembuatan tes interaktif berbasis web. Para peserta diajak untuk mencoba secara langsung proses pengembangan tes digital sehingga dapat menghasilkan instrumen evaluasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Arab.

Peserta Antusias Mengikuti Pelatihan

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme sejak pagi hingga sore hari. Peserta yang hadir secara luring maupun daring aktif mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, dan mempraktikkan berbagai aplikasi serta teknologi yang diperkenalkan oleh para narasumber.

Salah seorang peserta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan evaluasi pembelajaran.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung praktik membuat tes interaktif. Banyak hal baru yang bisa kami terapkan dalam pembelajaran Bahasa Arab di sekolah,” ungkap salah seorang peserta.

Peserta lainnya mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai pemanfaatan AI dalam penyusunan soal.

“Pemanfaatan AI sangat membantu guru dalam membuat dan mengembangkan variasi soal. Namun, yang penting adalah guru tetap harus melakukan pengecekan dan menyesuaikannya dengan tujuan pembelajaran,” tutur peserta lainnya.

Antusiasme juga terlihat dari peserta yang mengikuti kegiatan secara daring.

“Walaupun mengikuti secara online, kegiatan tetap menarik dan interaktif. Materinya sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini. Kami berharap ada kegiatan lanjutan dengan praktik yang lebih mendalam,” ujar salah seorang peserta daring.

Peserta juga menilai penggunaan aplikasi seperti Kahoot!, Quizizz, dan Wordwall dapat menjadi alternatif untuk menciptakan suasana evaluasi yang lebih menyenangkan bagi siswa.

“Selama ini evaluasi sering dianggap sebagai kegiatan yang menegangkan bagi siswa. Dengan tes interaktif, evaluasi bisa dibuat lebih menarik sehingga siswa lebih antusias untuk mengikuti pembelajaran,” kata peserta lainnya.

Peserta Berharap Ada Pelatihan Lanjutan

Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pengembangan kompetensi digital guru Bahasa Arab semakin besar. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, khususnya dalam bentuk pelatihan dan pendampingan yang lebih intensif.

Beberapa peserta mengusulkan adanya pelatihan lanjutan mengenai pengembangan bank soal digital, pemanfaatan AI dalam evaluasi, pembuatan media pembelajaran interaktif, serta analisis hasil tes secara digital.

“Kami berharap ada kegiatan lanjutan, tidak hanya satu kali pelatihan. Kalau ada pendampingan, kami akan lebih percaya diri untuk mengembangkan tes interaktif dan menerapkannya di sekolah,” ungkap salah seorang peserta.

Evaluasi Pelaksanaan melalui Angket Peserta

Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pada akhir kegiatan seluruh peserta diminta mengisi angket terkait pelaksanaan pelatihan. Angket tersebut digunakan untuk memperoleh umpan balik mengenai berbagai aspek kegiatan, mulai dari relevansi materi, kompetensi narasumber, metode penyampaian, praktik penggunaan aplikasi, hingga penyelenggaraan kegiatan secara keseluruhan.

Hasil angket tersebut selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelaksana untuk mengetahui tingkat kebermanfaatan kegiatan sekaligus sebagai dasar dalam merancang program pendampingan atau pelatihan lanjutan.

Melalui kegiatan ini, LPPM UM bersama Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra UM berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi guru Bahasa Arab, khususnya dalam menghadapi transformasi digital pendidikan. Pengembangan tes interaktif diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kemampuan digital guru, tetapi juga menghadirkan pengalaman evaluasi yang lebih menarik, interaktif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

Kegiatan ditutup dengan apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut. Para peserta kemudian mengisi angket evaluasi sebagai bentuk refleksi dan umpan balik terhadap pelaksanaan pelatihan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *