
SIARINDOMEDIA.COM-Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi, Universitas Negeri Malang (UM), menyelenggarakan rangkaian kuliah yang menghadirkan Efraim Sitinjak, ST., MT., CSRS., GRCP, Associate Director Deloitte, sebagai dosen praktisi pada mata kuliah Analisis Kritis Akuntansi Keberlanjutan. Kegiatan ini berlangsung selama lima pertemuan pada Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026.
Kuliah tamu ini dirancang untuk mahasiswa program doktoral. Tujuannya adalah memperkaya wawasan akademik melalui perspektif praktik profesional terkait pelaporan keberlanjutan dan pengukuran dampak lingkungan.
Pada sesi awal, Efraim menjelaskan konsep ESG (Environmental, Social, Governance) serta relevansinya bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peran ESG dalam pengambilan keputusan bisnis yang berkelanjutan.
Selanjutnya, materi difokuskan pada IFRS S1 dan IFRS S2 sebagai standar internasional pelaporan keberlanjutan yang mulai diterapkan di berbagai negara. Pembahasan mencakup prinsip pelaporan, kebutuhan pengungkapan informasi, serta tantangan implementasinya di lingkungan korporasi Indonesia.
Tidak hanya itu, Efraim juga mengulas berbagai standar pelaporan keberlanjutan secara komparatif. Ia menjelaskan perbedaan dan sinergi antara standar internasional dan lokal. Dengan demikian, peserta dapat memahami implikasi komparabilitas data bagi penelitian maupun praktik audit.
Pada pertemuan berikutnya, peserta diperkenalkan pada metode pengukuran emisi karbon. Materi meliputi penghitungan emisi langsung dan tidak langsung, penggunaan faktor emisi, hingga praktik terbaik dalam pengumpulan dan verifikasi data.
Sementara itu, pembahasan mengenai climate risk berfokus pada risiko fisik dan risiko transisi akibat perubahan iklim. Risiko tersebut dapat memengaruhi arus kas, aset, dan liabilitas perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan aspek tersebut dalam pengungkapan maupun pengukuran laporan keuangan.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, Efraim turut membagikan sejumlah studi kasus dari proyek dan klien Deloitte. Studi kasus tersebut menggambarkan tantangan integrasi informasi keberlanjutan ke dalam analisis keuangan serta pentingnya tata kelola yang efektif.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari dosen dan mahasiswa doktoral. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan penelitian dan pengajaran di bidang akuntansi keberlanjutan.
Selain presentasi materi, kuliah tamu juga diisi dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab. Melalui sesi tersebut, peserta membahas berbagai isu praktis, seperti keterbatasan data, peran auditor, serta kesiapan sistem informasi perusahaan dalam mendukung pelaporan ESG yang andal.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi UM, Dr. Makaryanawati, SE., MSi., Ak., CA., CSRS., menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini.
“Kolaborasi ini mendukung tujuan kurikulum kami, yaitu menghasilkan peneliti dan pendidik yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami dinamika penerapan standar keberlanjutan di lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, rangkaian kuliah tamu ini diharapkan dapat mendukung pencapaian SDGs 3, 4, 7, 12, 13, dan 17. Kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkaya topik penelitian doktoral, serta mendorong pengembangan bahan ajar yang lebih kontekstual. Di samping itu, kolaborasi antara Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi UM dan praktisi industri diharapkan terus berkembang melalui seminar, workshop, dan penelitian kolaboratif.











