SIARINDOMEDIA.COM – PLN UP3 Malang turut serta hadir dalam kegiatan memperingati Hari Buruh Internasional pada Kamis, (1/5/2025). Acara ini berlangsung di Savana Hotel & Convention, Jl. Letjen Sutoyo No. 30-34, Kota Malang.
Diadakannya acara ini dalam rangka program pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial, mogok kerja dan penutupan perusahaan di daerah Kabupaten/Kota tahun 2025, dinas tenaga kerja, penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu menyelenggarakan sarasehan peringatan hari buruh internasional. Tema kali ini bertajuk ‘Merajut Kebersamaan untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Produktivitas Nasional’.

Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Malang, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Malang, Para Pimpinan/Kepala OPD di Pemerintah Kota Malang, Pimpinan Perusahaan Kota Malang, Ketua APINDO Kota Malang, Ketua DPC Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kota Malang, dan perwakilan pekerja/buruh seluruh Kota Malang.
“Sebagai modal dasar pembangunan, penduduk Kota Malang yang bekerja relatif besar, tercatat terdapat 7.688 perusaaan, dengan jumlah pekerja sebanyak 76.912 pekerja/buruh, berdasarkan data dari (Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan Provinsi Jawa Timur Tahun 2024). Dengan jumlah serikat pekerja/serikat buruh sebanyak 49 Serikat Pekerja/Buruh di Kota Malang,” ungkap Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, Walikota Malang.
“Kita optimis karena bangsa yang berhasil di era global, adalah bangsa yang mampu berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman dengan tidak kehilangan jati dirinya,” imbuhnya.
“Oleh karena itu, saya berharap kesadaran pekerja/buruh yang berwawasan dan berkebangsaan, dengan senantiasa tetap menjaga persatuan dan kebersamaan sangatlah diperlukan sebagai pelaku dalam hubungan industrial, sehingga tidak ada lagi dalam suatu organisasi yang ditumpangi oleh kepentingan tertentu yang bersifat pribadi maupun kelompok,” terangnya.
Beliau mengharapkan kebersamaan pada acara ini dapat memberi semangat baru, serta meningkatkan kinerja pekerja/buruh di Kota Malang yang semakin Mbois Berkelas.
Sebagai Bentuk Apresiasi
Memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2025, PT PLN (Persero) menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja yang telah menjadi garda terdepan dalam menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh penjuru Indonesia.
Manager PLN UP3 Malang menyampaikan, bahwa Hari Buruh bukan hanya momentum untuk mengapresiasi kontribusi para pekerja. Melainkan juga untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil, sehat, dan berkelanjutan.
“Para pekerja PLN adalah tulang punggung transformasi energi nasional. Di tengah tantangan transisi energi dan perubahan teknologi, peran pegawai sangat vital. PLN terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan, pelatihan, dan keselamatan kerja bagi seluruh pegawai dan mitra kerja kami,” jelas Manager PLN UP3 Malang.
Sebagai bentuk nyata apresiasi, PLN terus memperkuat berbagai inisiatif strategis seperti:
- Peningkatan Kompetensi SDM melalui pelatihan digital dan teknis secara berkala.
- Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang konsisten diterapkan di seluruh lini operasional.
- Dialog sosial dengan serikat pekerja untuk memastikan aspirasi tenaga kerja terakomodasi secara konstruktif dalam LKS Bipartit yang dilaksankaan setiap bulan sekali.
PLN juga menekankan pentingnya kolaborasi antara manajemen dan pekerja dalam menghadapi era transisi energi, digitalisasi, dan dekarbonisasi. PLN percaya bahwa keberhasilan misi ‘Energi untuk Kehidupan yang Lebih Baik’ hanya dapat dicapai dengan dukungan penuh dari seluruh insan PLN.
“Hari ini, kita tidak hanya memperingati perjuangan kelas pekerja, tetapi juga merenungkan arti penting kerja keras, dedikasi, dan semangat juang dari jutaan pekerja di seluruh penjuru negeri. Tanpa pekerja-pekerja yang gigih, roda kehidupan dan pembangunan bangsa tidak akan pernah berputar,” ujar Dwi, Ketua SP PLN UP3 Malang.
“Di balik setiap produk, layanan, dan kemajuan yang telah dinikmati, ada tangan-tangan gigih yang bekerja dengan tekun. Kita semua adalah pahlawan yang sering tak terlihat, namun dampaknya nyata dan besar,” tambahnya.














