PERINGATI HARI BURUH 2025, SPBI MENGGELAR AKSI DI BALAI KOTA MALANG

SIARINDOMEDIA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei, Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) menggelar aksi di depan kantor DPRD Kota Malang pada Kamis (1/5/25).

Pada aksi tersebut, ratusan pekerja berkumpul di depan Stadion Gajayana, untuk setelahnya beriringan menuju ke Balai Kota Malang. Tidak hanya SPBI saja, beberapa anak muda lainnya juga turut meramaikan aksi ‘May Day’ itu.

MENGGELORA. Anak muda serta mahasiswa turut mengikuti aksi May Day di depan Kantor DPRD Kota Malang. Foto: Leonnicha Putri Maharani

Mereka menyuarakan tuntutan kepada pemerintah, terutama pencabutan UU No. 5 tahun 2023, tentang Cipta Kerja dan UU No. 3 Tahun 2025 mengenai Revisi UU 4 tahun 2004 berkenaan dengan TNI. Yang ketentuannya sangat merugikan para buruh serta masyarakat.

“Saat ini, kondisi buruh itu, mengalami nasib yang tidak sedang baik-baik saja. Dengan banyaknya kasus dimana negara tidak pernah hadir untuk melindungi rakyatnya,” ujar Misdi, pimpinan SPBI saat menyampaikan pendapatnya.

Antusiasme yang Tinggi

Selain itu, Misdi juga menambahkan, bahwa kita harus lebih waspada untuk Orde Baru. Karena hal tersebut bisa saja dibangkitkan kembali oleh pemerintah dengan disahkannya UU TNI yang baru.

“Kawan-kawan jangan putus semangat, karena perjuangan hari ini belum selesai,” imbuhnya.

Sekretaris Jenderal Komite Pusat SPBI, Fatkhul Khoir, mengungkapkan bahwa aksi ini mencerminkan kekhawatiran terhadap UU Cipta Kerja yang telah memperburuk kondisi buruh. Dengan mempermudah pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Upah murah, kemudahan PHK dengan pesangon rendah, lemahnya perlindungan hukum, serta masifnya kerja kontrak dan alih daya outsourcing menjadi pukulan berat yang terus-menerus menghantam kaum pekerja,” ungkapnya.

Aksi demonstrasi ini juga menyoroti isu-isu ketenagakerjaan lainnya, seperti penahanan ijazah oleh perusahaan. Para peserta aksi menegaskan, bahwa perjuangan mereka belum selesai dan akan terus menyuarakan hak-hak buruh, serta menolak kebijakan yang dianggap merugikan.

May Day pada hari itu berjalan kondusif, tidak ada kegaduhan sama sekali, antara para demonstran dengan aparat keamanan.

Dengan semangat solidaritas, SPBI dan para demonstran berharap. Agar pemerintah mendengarkan aspirasi mereka dan mengambil langkah konkret untuk melindungi hak-hak pekerja, serta menjaga prinsip-prinsip demokrasi di Indonesia.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *