SEJARAH PENETAPAN PUASA RAMADAN, PERAN BULAN SYA’BAN DALAM ISLAM

SIARINDOMEDIA.COM – Bulan Sya’ban memiliki peran penting dalam sejarah Islam, karena perintah Allah SWT tentang penetapan kewajiban puasa Ramadan bagi umat Muslim terjadi di bulan ini.

Kewajiban ini ditetapkan pada bulan Sya’ban tahun ke-2 Hijriah dan menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam.

Menurut catatan sejarah, sebelum turunnya kewajiban puasa Ramadan, umat Muslim telah menjalankan ibadah puasa dalam bentuk yang berbeda.

Pada masa awal Islam, puasa yang diwajibkan adalah puasa Asyura, dilakukan pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk syukur atas diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

KHUSYUK. Seorang Muslim bersujud dengan penuh ketulusan. Foto: pngtree/Pinterest

Namun, setelah turunnya perintah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183–185, puasa Ramadan menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang telah baligh dan mampu menjalankannya.

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)…” (QS. Al-Baqarah: 185).

Keistimewaan Bulan Sya’ban

Bulan Sya’ban memiliki peran penting dalam penetapan kewajiban puasa Ramadan. Dalam bulan ini, wahyu Allah SWT yang berisi perintah puasa turun kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, Rasulullah SAW juga banyak berpuasa di bulan Sya’ban sebagai bentuk persiapan spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan Sya’ban lebih dari bulan-bulan lainnya.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Bulan Sya’ban adalah bulan di antara Rajab dan Ramadhan yang sering dilupakan oleh manusia, padahal bulan ini adalah bulan diangkatnya amal perbuatan kepada Allah, dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i No. 2357).

Selain sebagai masa persiapan, bulan Sya’ban juga menjadi momen transisi menuju Ramadan. Di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa.

Malam Nisfu Sya’ban, yang jatuh pada pertengahan bulan ini, juga diyakini sebagai malam penuh berkah di mana Allah memberikan ampunan kepada hamba-hambaNya yang beriman.

Melihat sejarah dan keutamaannya, bulan Sya’ban menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual umat Islam. Perintah puasa Ramadan yang diturunkan pada bulan ini telah menjadi pilar utama dalam ajaran Islam. Membawa nilai-nilai ketakwaan, kesabaran, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *