SIARINDOMEDIA – Rangkaian Pengabdian Masyarakat Pesantren Mahasiswa (DIMAS) Al-Hikam Malang tahun 2025 resmi ditutup dengan gemerlap pengajian akbar yang berlangsung meriah.
Kegiatan ini terlaksana di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bantur, Jum’at malam (1/08/2025).
Antusiasme luar biasa terlihat saat ratusan warga memadati area pondok, bersatu dalam sholawat, doa, dan ukhuwah.
Acara penutupan ini menjadi puncak dari seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan oleh para mahasiswa.
Kemeriahannya terasa istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh penting yang turut memberikan dukungan dan apresiasi.

Hadir dalam acara tersebut adalah Anggota DPR RI Komisi XIII, Hj. Anisa Syakur, M.Ag,
Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Malang yang diwakili oleh Sekretaris Camat Bantur.
Serta Kepala Desa Bantur Bapak Nanang Kosim yang diwakilkan oleh Bapak Mudin Al-Mahmudi.
Acara ini juga dihadiri oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh jajaran pengurus desa.
Tali Kasih dan Pengabdian yang Terjalin
Dalam sambutannya yang penuh kehangatan, Bapak Mudin Al-Mahmudi, yang mewakili Kepala Desa Bantur, menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus.
“Atas nama seluruh warga dan pemerintah Desa Bantur, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh santri Al-Hikam yang telah memilih desa kami sebagai tempat pengabdian. Kami merasa terhormat dan bangga atas kepercayaan ini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran para santri telah membawa angin segar dan semangat baru di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, Ahmad Sya’ya, selaku Koordinator DIMAS 2025, menyampaikan kesan dan pesannya dengan penuh rasa haru.
“Sungguh, selama berada di Bantur, kami tidak merasa sebagai orang asing. Bapak dan Ibu sekalian telah menerima kami sebagai anak-anak sendiri. Kami banyak belajar tentang arti kebersamaan, ketulusan, dan gotong royong yang luar biasa. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga,” ucapnya.
Dengan kerendahan hati, Sya’ya juga mewakili rekan-rekannya memohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan yang mungkin terjadi selama pengabdian.
“Kami memohon maaf jika ada tutur kata atau perbuatan yang kurang berkenan. Pengalaman berharga yang kami dapat di sini akan selalu menjadi bekal berharga untuk masa depan kami,” tambahnya.
Sholawat, Santunan Yatim, dan Pengumuman Pemenang Lomba

Rangkaian acara pengajian akbar dimulai dengan lantunan sholawat bersama yang menggema, menciptakan suasana spiritual yang menyejukkan hati.
Momen haru tercipta saat para santri Al-Hikam memberikan santunan kepada puluhan anak yatim dari Desa Bantur.
Hal ini sebagai wujud kepedulian sosial dan penutup manis dari kegiatan pengabdian.

Tak ketinggalan, acara juga dimeriahkan dengan pengumuman pemenang Lomba Nada Islami.
Sebuah kompetisi yang diadakan sebagai bagian dari Gebyar Ajang Olahraga dan Seni Islami (GALAKSI) 2025.
Para pemenang dari SMP/MTs se-Kecamatan Bantur berhak membawa pulang piala dan hadiah, menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengasah bakatnya di bidang seni islami.
Pendidikan yang Bermanfaat bagi Umat

Puncak acara ditutup dengan tausiyah dari Drs. KH. Anwar Sya’dullah, M.Pd yang memberikan pencerahan kepada seluruh hadirin.
Dalam ceramahnya, beliau menggarisbawahi pentingnya peran santri dan mahasiswa sebagai agen perubahan.
“Kegiatan pengabdian ini adalah wujud nyata dari peran santri dalam membangun masyarakat. Ini adalah contoh baik bagaimana pendidikan tidak hanya berhenti di kelas, tetapi juga harus membawa manfaat langsung dan keberkahan bagi umat,” tegasnya.
Penutupan secara simbolis oleh perwakilan Kepala Desa Bantur menandai berakhirnya program DIMAS Al-Hikam 2025.
Meski demikian, semangat kebersamaan yang telah terjalin diharapkan akan terus abadi dan menjadi jembatan silaturahmi yang tak terputus antara Pesantren Al-Hikam dan masyarakat Desa Bantur.













