KESENIAN BANTENGAN, WARISAN BUDAYA YANG TERUS DILESTARIKAN DI DESA MADIREDO

SIARINDOMEDIA.COM – Kesenian Bantengan tetap menjadi daya tarik utama di Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Tahun ini, desa tersebut kembali menggelar acara tahunan Nyawiji Ing Seni Telogo Suryo, yang menampilkan pertunjukan seni Bantengan.

Acara ini turut mengundang beberapa grup Bantengan dari luar desa, dengan total peserta mencapai 20 grup.

Sebagai warisan budaya yang telah ada secara turun-temurun, Bantengan terus dipertahankan oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari identitas dan kearifan lokal.

Kesenian ini merupakan perpaduan antara tari, musik, dan atraksi spiritual yang biasanya dipentaskan dalam berbagai acara, seperti karnaval desa, tanggapan, hingga kegiatan keagamaan.

Salah satu ciri khas Bantengan adalah penampilan para pemain yang membawa banteng, serta mengenakan pakaian macan one set.

Pertunjukan ini diiringi gamelan dengan tempo cepat dan dinamis, menciptakan suasana yang energik dan penuh semangat.

NYAWIJI ING SENI. Pamflet yang dibuat oleh salah satu panitia banteng di Desa Madiredo. Foto: Adam/Ist

Menurut Sukirman, salah satu pemimpin grup Bantengan, kesenian ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam.

“Bantengan melambangkan keberanian, ketangguhan, dan semangat gotong royong masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus melestarikan kesenian ini agar tidak punah ditelan zaman,” ujarnya.

Di tengah modernisasi dan perkembangan teknologi, generasi muda Desa Madiredo tetap menunjukkan antusiasme terhadap Bantengan.

Banyak anak muda yang bergabung dalam sanggar seni setempat untuk mempelajari gerakan dan nilai-nilai yang terkandung dalam pertunjukan ini.

Salah satu pemuda, Agustia, mengaku bangga menjadi bagian dari kesenian yang diwariskan oleh leluhurnya.

“Saya ingin terus belajar dan meneruskan tradisi ini. Bantengan bukan hanya seni, tetapi juga jati diri kami sebagai warga Madiredo,” tuturnya.

Tantangan dalam Pelestarian Bantengan

Namun, pelestarian Bantengan bukan tanpa tantangan. Minimnya dukungan dana dan perubahan pola hiburan masyarakat menjadi kendala yang harus dihadapi.

Oleh karena itu, masyarakat Desa Madiredo berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dan pihak terkait agar kesenian ini tetap eksis dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal, kesenian Bantengan di Desa Madiredo terus hidup dan berkembang.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat di tengah arus globalisasi, asalkan dijaga dan dilestarikan oleh masyarakatnya sendiri.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *