SIARINDOMEDIA.COM – Sejumlah truk berukuran besar terlihat terparkir di pinggir Jalan Jambon, Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan menyulitkan pengendara lainnya.
Antrean panjang kendaraan berat ini diduga berkaitan dengan aktivitas konstruksi atau proyek penggalian tanah yang tengah berlangsung di kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, jalan yang menyempit akibat deretan truk membuat para pengendara sepeda motor dan mobil pribadi harus lebih berhati-hati saat melintas.
Situasi ini semakin parah pada jam sibuk, di mana volume kendaraan meningkat dan ruang gerak menjadi lebih terbatas.
Seorang pengendara motor, Arif, mengeluhkan kondisi ini.
“Jalan jadi semakin kecil, apalagi kalau ada dua kendaraan berpapasan. Saya harus lebih waspada agar tidak tersenggol truk atau kendaraan lain,” ujarnya.
Selain itu, beberapa pengendara lain juga merasa terganggu dengan antrean truk yang menghambat kelancaran lalu lintas.

Mereka khawatir kondisi ini dapat memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang harus berbagi jalan dengan kendaraan besar.
Warga setempat turut mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap keselamatan pengguna jalan.
Selain menghambat arus lalu lintas, truk yang parkir sembarangan dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama saat malam hari ketika pencahayaan di area tersebut minim.
Sementara itu, seorang sopir truk yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa mereka tidak memiliki area parkir khusus untuk menunggu giliran bongkar muat.
“Kami hanya menunggu instruksi untuk masuk ke lokasi proyek. Kalau ada tempat khusus parkir, kami pasti lebih tertib,” katanya.
Harapan Solusi dari Pihak Berwenang
Masyarakat berharap pihak berwenang segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini.
Penertiban dan pengaturan lalu lintas yang lebih baik dinilai sangat diperlukan agar kemacetan tidak semakin parah dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Para pengendara yang melintas di kawasan tersebut diimbau untuk lebih berhati-hati. Warga berharap ada tindakan cepat dari pihak berwenang guna mengurangi risiko kemacetan dan kecelakaan di area tersebut.














