SIARINDOMEDIA.COM – Presiden AS Donald Trump bersama PM Israel Benjamin Netanyahu memberikan pernyataan yang cukup kontroversial, yakni mengenai usulan pengambilalihan wilayah Gaza. Hal itu yang disampaikan langsung saat konferensi pers di Gedung Putih.
“AS akan mengambil alih Jalur Gaza, dan kami juga akan melakukan pekerjaan yang baik di sana. Kami akan memilikinya dan bertanggung jawab untuk membongkar semua bom berbahaya yang belum meledak dan senjata lainnya di lokasi tersebut,” kata Trump, Selasa (4/2/2025) di Gedung Putih.
Pernyataan tersebut dilanjutkan dengan keinginan Trump untuk meratakan lokasi dan menyingkirkan bangunan-bangunan yang hancur. Setelahnya dibangun perekonomian yang menyediakan lapangan kerja dan perumahan dalam jumlah tak terbatas bagi penduduk daerah tersebut.
Akun Youtube C-SPAN, yang mengunggah video siaran langsung konferensi pers tersebut langsung diserbu ribuan komentar dari warganet di seluruh dunia. Komentar-komentar tersebut kebanyakan kontra dengan pernyataan dari Donald Trump.
“Saya tidak percaya dia berbicara tentang Gaza seolah-olah sebuah bencana alam terjadi, sementara penyebab kehancuran ada di sampingnya sambil menatapnya. Versi kehidupan kacau macam apa yang kita jalani?” tulis akun @dunyaobjektifi4720.
Menyusul komentar tersebut, terdapat pula beberapa komentar yang tidak setuju dengan usulan Donald Trump.
“Ini adalah hal terbodoh yang peranah saya dengar dari seorang Presiden AS selama hidup saya,” komentar pemilik akun @_Mr.Tuvok_.
“Ketika Trump mengartikan ‘Bebaskan Gaza’ berarti mendapatkan Gaza secara gratis,” sambung @gameragodzilla.
Usulan Tak Realistis
Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga tegas menolak usulan Trump tentang pengambilalihan Gaza.
“Kami tidak akan membiarkan hak-hak rakyat kami, yang telah kami perjuangkan selama beberapa dekade dan membuat pengorbanan besar untuk mencapainya, dilanggar,” kata Presiden Abbas, dikutip dari WAFA News Agency, Rabu (5/2/2025).

Pernyataan Trump tentang pengambilalihan Gaza dinilai hanya untuk keuntungan AS saja. Rencana-rencana yang diusulkan mulai dari pembongkaran wilayah hingga pembangunan ekonomi membuat hal itu jelas menguntungkan sebelah pihak saja.
Melihat itu, warganet mengecam usulan tersebut dengan keras. Bahkan, Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga menolak dengan tegas. Sampai saat ini penolakan masih berlanjut dari beberapa negara yang pro dengan Palestina.














