SIARINDOMEDIA.COM- Hewan peliharaan paling lucu dan menggemaskan adalah kucing. Banyak orang menyukai kucing karena tingkah lakunya yang menghibur.Dalam ajaran Islam, Allah SWT mengajarkan pentingnya saling menghargai sesama makhluk hidup.
Membahas perihal kucing dalam al quran memang Allah SWT telah berfirman dalam surah Ar-Rahman ayat 7-9 tentang keseimbangan makhluk hidup,:
وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ ٧ اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ ٨ وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ ٩
Artinya: “Dan langit telah ditinggikan-Nya dan dia ciptakan keseimbangan, agar kamu jangan merusak keseimbangan itu, dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu” (QS. Ar-Rahman : 7-9)
Rasulullah SAW sangat mencintai kucing peliharaannya, karena kucing adalah makhluk ciptaan Allah SWT.
Selama hidupnya, Nabi Muhammad SAW memelihara kucing yang dikenal sangat lucu dan cerdas. Salah satu kucing kesayangan beliau diberi nama Muezza.
Hukum memelihara kucing dalam al quran sangat diperbolehkan tetapi bukan untuk disembah yang bisa menimbulkan perbuatan syirik.
Akan tetapi, memelihara kucing dalam islam sangat baik karena banyak manfaat bagi manusia maupun lingkungan. Allah SWT berfirman dalam al-quran surah Muhammad ayat 19:
فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْ ࣖ ١٩
Artinya: “Ketahuilah (Nabi Muhammad) bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah serta mohonlah ampunan atas dosamu dan (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat kegiatan dan tempat istirahatmu.”
Memelihara kucing menurut Al-Qur’an harus memperhatikan kebersihan dan menjaga agar terhindar dari najis.
Islam selalu menekankan pentingnya menjaga kebersihan, baik diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Saat memelihara kucing di rumah, kotorannya yang tergolong najis harus dibersihkan dengan baik agar tidak mengenai kulit, terutama sebelum melaksanakan ibadah seperti salat atau setelah berwudu.
Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran surah Al-Hajj ayat 29:
ثُمَّ لْيَقْضُوْا تَفَثَهُمْ وَلْيُوْفُوْا نُذُوْرَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوْا بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ ٢٩
Artinya: “Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah),”

Hukum memelihara kucing dalam Islam mengajarkan bahwa mereka diwajibkan untuk menyediakan tempat yang aman dan nyaman untuk tidur dan beristirahat.
Pemilik juga harus memberikan makanan dan minuman yang layak agar kucing peliharaan tetap sehat, kuat, merasa betah dan memastikan kucing mendapatkan perawatan tepat untuk mencegah penyakit.
Lalu, apa keutamaan memelihara kucing dalam Islam?
Terdapat sebuah riwayat yang dapat dijadikan pedoman bagi umat Muslim. Dalam buku Cerita Islam 2 karya Arina Shafa Nafeeza dan kawan-kawan, disebutkan bahwa terdapat hadis yang menyoroti keutamaan menyayangi hewan peliharaan, khususnya kucing. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang menyayangi dan memelihara hewan seperti kucing, maka Allah SWT akan merahmatinya pada hari kiamat” (HR. Bukhari).
Terdapat riwayat lain yang menganjurkan untuk merawat kucing dengan kasih sayang. Dalam laman resmi Nahdlatul Ulama, disebutkan bahwa Imam Ibnu Hajar Haitami dalam kitabnya menjelaskan bahwa hukum memuliakan dan merawat kucing adalah sunnah.
Imam Ibnu Hajar Haitami menegaskan hal tersebut sebagai bagian dari sikap kasih sayang terhadap makhluk hidup.
وَيُسْتَحَبُّ إكْرَامُهُ وَيَجِبُ عَلَى مَالِكِهِ إطْعَامُهُ إنْ لَمْ يَسْتَغْنِ بِخَشَاشِ الْأَرْضِ
Artinya: “Dianjurkan memuliakan kucing, dan wajib bagi pemiliknya memberikan makan kepadanya jikalau kucing itu tidak bisa mencari makan sendiri.”
Sebaliknya, seseorang yang menyiksa atau membiarkan kucing kelaparan, terdapat hukuman akan didapatkan olehnya. Diriwayatkan dalam hadits Imam Bukhari dan Muslim terdapat kisah seorang wanita yang menyiksa seekor kucing.
Kemudian diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW memberikan sabda:
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ، سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَسَقَتْهَا، إِذْ هِيَ حَبَسَتْهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ. رواه مسلم.
Artinya: “Sungguh Rasulullah SAW telah bersabda, ‘Ada seorang wanita yang diazab karena seekor kucing. Ia mengurung kucingnya sampai mati, lalu ia masuk neraka karenanya. Ia tidak memberikan makan dan minum kucingnya. Bahkan ia mengurungnya. Ia tidak meninggalkan makanan untuknya, sehingga ia memakan apa yang keluar dari Bumi’.”

Pada dasarnya, Islam mengajarkan umatnya untuk menyayangi hewan dan menjaga kelestarian kehidupannya.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan bahwa manusia telah diberi wewenang atas segala sesuatu di dunia ini. Hal ini disebutkan dalam Surat Al-Jatsiyah ayat 13:
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مِّنْهُ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ١٣
Artinya: Dia telah menundukkan (pula) untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
Ayat ini sama sekali tidak menyiratkan bahwa manusia memiliki kekuasaan mutlak bertindak sesuka hati. Manusia juga tidak diberikan hak tanpa batas untuk mengeksploitasi alam hingga merusak keseimbangan ekosistem.
Demikian, ayat ini tidak membenarkan penyalahgunaan hewan sebagai objek eksperimen secara sembarangan.
Sebaliknya, ayat ini mengingatkan umat manusia bahwa segala sesuatu di alam, termasuk hewan, adalah amanah dari Sang Pencipta yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Hal ini sejalan dengan yang disampaikan dalam buku The Great Muslimah: Menjadi Muslimah Cantik, Pintar, & Tangguh karya Fitria Zelfis dan Yefra Desfita Ningsih. Dalam buku tersebut disebutkan riwayat dari Ibnu Umar r.a., yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang ia kurung tanpa diberi makan, bahkan tidak dibiarkan memakan serangga-serangga kecil di lantai” (HR. Bukhari).
Selain itu, ada riwayat lain yang menjelaskan hukuman bagi mereka yang menyiksa atau memperlakukan hewan dengan kejam. Hadis tersebut berbunyi:
“Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan kejam” (HR. Bukhari).
Dapat dipahami bahwa setiap Muslim dianjurkan untuk memperlakukan hewan dengan baik. Lebih dari itu, memelihara kucing dengan kasih sayang memiliki keutamaan tersendiri, yang dapat mendatangkan kebaikan bagi siapa pun yang melakukannya.Wallahu’alam.














