TIM ITS SABET JUARA DALAM GELARAN SUSTAINABLE BRIDGE COMPETITION 2024

SIARINDOMEDIA.COM – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang konstruksi. Kali ini, Tim Baraga dan ACE dari Departemen Teknik Sipil berhasil mengantongi dua raihan juara pada gelaran 12th Civil in Action di sub lomba Sustainable Bridge Competition 2024 yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada.

Podium juara pertama berhasil diraih oleh Tim Baraga dengan jembatannya yang bernama Citta Logawa. Salah satu anggota tim, Moch Choirul Akbar Majid menjelaskan nama tersebut diambil dari Bahasa Sunda Kuno, kata Citta yang berarti harapan dan Logawa yang berarti kuat.

“Jembatan ini dibuat sebagai harapan kuat agar dapat menjadi infrastruktur publik yang berkelanjutan,” terangnya.

Mahasiswa yang akrab disapa Akbar itu mengungkapkan, rancangan jembatan yang diminta pada kompetisi ini adalah jembatan dengan tipe pelengkung tunggal. Model ini belum pernah ada di Indonesia sebab bentuknya yang sangat memperhatikan aspek arsitektural dan kekuatan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, timnya menggunakan material baja dengan mutu ASTM A36 untuk  membuat jembatan model dengan panjang empat meter dan baja mutu BJ-51 untuk desain jembatan 100 meter.

[simpleblogcard url=”https://siarindomedia.com/2023/09/06/mahasiswa-its-inovasikan-jalan-berlapis-panel-surya-pada-jembatan/”]

Model jembatan ini memiliki kecenderungan torsi atau momen gaya yang besar pada pelengkungnya. Untuk itu, jembatan menggunakan konfigurasi kabel yang mengumpul di tengah agar distribusi gaya saat diberi beban merata. Perakitan jembatan sendiri menggunakan metode perancah untuk jembatan model empat meter dan metode kantilever penuh pada desain jembatan 100 meter yang menyesuaikan arus dan kedalaman sungai.

Tim Baraga ITS juga berhasil meraih penghargaan di kategori Best Presentation. Tim ini menyajikan aspek sustainable atau berkelanjutan dengan penggunaan material ramah lingkungan, serta sumber energi terbarukan yang berasal dari panel surya.

“Keunggulan lain dari jembatan kami adalah penggunaan kecerdasan buatan pada sensor jarak jauh untuk memantau kesehatan struktur jembatan,” tambahnya.

JUARA. Tim Baraga dan ACE dari Departemen Teknik Sipil ITS yang menampilkan jembatan modelnya. Foto: Ist/HumITS

Pada sub lomba yang sama, Tim ACE berhasil menyabet gelar juara III dengan rancangan jembatan yang diberi nama Kriya Nusantara. Kriya yang berarti karya dan Nusantara yang merupakan Ibu Kota Baru Indonesia. Dari nama itu, rancangan jembatan ini diharapkan dapat menjadi representasi persembahan karya anak muda untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *