REPRESENTASIKAN IKN
Salah satu anggota tim ACE, Athallah Rafi mengungkapkan desain jembatan yang dibuat oleh timnya terinspirasi dari Hulme Arch Bridge di Manchester, Inggris. Guna menonjolkan identitas nasional, busur jembatan didesain menggunakan warna merah putih dan gelagar lantai jembatan diberi warna emas untuk melambangkan masa kejayaan IKN dan Indonesia.
“Kami juga memadukan ornamen batik dan perisai khas Dayak, sehingga terpilih untuk meraih penghargaan kategori Best Beautiful Bridge,” jelasnya.
Jembatan didesain dengan memperhatikan tiga pilar pembangunan berkelanjutan yakni sosial, lingkungan, dan ekonomi. Dari sisi sosial, jembatan ini didesain sebagai landmark dan akses mobilitas baru bagi masyarakat IKN. Dalam aspek ekonomi, jembatan menggunakan konfigurasi yang efisien untuk meminimalisir biaya material yang dikeluarkan dan dapat berdiri kokoh untuk waktu yang lama.
Selain itu, jembatan juga unggul di aspek lingkungan dengan menginovasikan fly ash atau abu terbang sebagai substitusi beton guna mengurangi emisi karbon yang dihasilkan selama tahap konstruksi. Di samping itu, jembatan ini dilengkapi dengan fitur Early Warning System bernama Kriya Siaga yang dapat mendeteksi apabila terjadi gempa, banjir, dan bencana alam lainnya sehingga dapat menutup akses jembatan hingga kondisi aman.

Terakhir, kedua tim berharap agar jembatan dengan tipe pelengkung tunggal ini dapat mulai diterapkan di Indonesia. Penerapan desain jembatan seperti ini, khususnya pada kota metropolitan, dinilai dapat menambah nilai futuristik kota.
“Selain itu, kami juga ingin bekerja lebih baik lagi ke depannya sehingga dapat konsisten untuk mengharumkan nama ITS,” tutup Athallah. (*)












