MERIAH, PENUTUPAN PENGABDIAN MASYARAKAT PESANTREN MAHASISWA AL-HIKAM MALANG DI BANTUR

LEBIH KE PELOSOK LAGI

Pada kesempatan yang sama perwakilan Pengurus Yayasan Mambaul Ulum Ustadz H. Saifudin, S.Ag., mengungkapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini berbeda dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Jika KKN lebih ke fisik bangunan dan material tetapi pengabdian masyarakat ini lebih kepada membangun sebuah mental spiritual.

“Kegiatan santri Pesantren Al-Hikam yang sudah berjalan kurang lebih 20 kegiatan yang dilaksanakan. Nantinya kami juga ingin meniru walaupun bukan pengabdian masyarakat namanya melainkan bakti sosial ke daerah yang lebih pelosok lagi,” terangnya.

Perwakilan keluarga besar Pesantren Al-Hikam Malang Ust. Nur Cholis,S.Sos. dalam sambutannya mengungkapkan santri yang mengikuti pengabdian masyarakat 40 hari ini merupakan santri yang sudah mau lulus, sebulan lagi mau diwisuda.

“Kegiatan yang dilaksanakan 40 hari, dimaksudkan mahasiswa dapat belajar bermasyarakat dengan harapan untuk bisa memberi manfaat serta mengambil manfaat dari pengabdian masyarakat di Desa Bantur dan Desa Wonorejo ini,” harap Ust. Nur Cholis.

“Sekali lagi kami keluarga besar Pesantren Al-hikam Malang berterimakasih kepada seluruh pihak-pihak terkait yang membantu menyukseskan kegiatan pengabdian masyarakat ini,” tambahnya.

Pemukulan jidor
MERIAH & SUKSES. Secara simbolis pemukulan Jidor oleh Ust. Nur Cholis menandai mengakhiri kegiatan pengabdian masyarakat Pesantren Al-Hikam 2024. Foto: Muhamad Rizqi

Selanjutnya Ust. Nur Cholis secara simbolis menutup kegiatan pengabdian masyarakat pesantren Al-Hikam Malang 2024 di Desa Bantur dan Wonorejo dengan memukul jidor serta memberikan kenang-kenangan untuk mengakhiri kegiatan.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *