PENGUSAHA PERTASHOP ANCAM KEPUNG ISTANA

PEMERINTAH CUEK, PENGUSAHA PERTASHOP BANGKRUT

Gunadi pun membeberkan alasan pihaknya melakukan demo lantaran banyaknya pengusaha pertashop yang mengalami kebangkrutan. Hal ini terjadi karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap persoalan yang selama ini dialami pengusaha Pertashop.

“Kami sudah dua tahun terbengkalai, tidak ada respon yang positif baik dari Pertamina maupun pemerintah, maupun perwakilan kita di DPR RI,” ujar Gunadi di lokasi.

“Kenyataannya Pertashop secara nasional banyak yang tutup, Pertashop ini merupakan program pemerintah, kenapa kami yang dijadikan korban,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum Sprindo Migas, Subhan Ali Yusuf, menjabarkan, sedikitnya ada lebih dari 4000 pengusaha Pertashop yang telah mengalami kebangkrutan.

Indikator kebangkrutan sendiri dilihat dari total penjualannya yang tidak melebihi 400 liter perhari. Hal ini membuat banyak pengusaha Pertashop yang terlilit utang oleh bank akibat pemasukan yang tidak sebanding.

“Terkait angka yang bangkrut itu cukup banyak, sekitar 71 persen dari total 6.500 Pertashop di seluruh indonesia, jadi kira-kira itu sekitar 4,600, bangkrut di sini bisa kita katakan rugi yang penjualannya di bawah 400 liter perhari,” ucapnya.

Pengusaha Pertashop membentangkan spanduk saat unjuk rasa
BANYAK YANG BANGKRUT. Pengusaha Pertashop membentangkan spanduk meminta perhatian pemerintah. Foto: Ist

Sekretaris Aksi, Satya Prapanca, menilai bahwa Pertashop sebenarnya program yang sangat bagus. Sebab memiliki cita-cita yang mulia untuk mendistribusikan BBM ke semua pelosok. Hanya saja ada kekurangan dalam segi implementasinya.

“Tapi implementasinya sangat berantakan, kita tidak tahu sebenarnya mekanisme yang terjadi seperti apa, ada ketidaksinkronan antar instansi. Jadi tolonglah stop membodohi masyarakat, mari benahi, kalau memang memiliki keinginan untuk memperbaiki negeri ini mari kembalikan kemuliaan itu,” tandas Satya. (ABM)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. kebijakan keputusan BPK Presiden terkait Pertamina Pertashop tidak sesuai dengan tujuannya yaitu membangkit usaha kecil, menengah dan tentu nya menyerap tenaga kerja , mengurangi pengangguran , namun beberapa bulan sejak oprasional kurang lebih 6 bulan tiba tiba harga Pertamax dari harga Rp 9.000,- perliter naik menjadi Rp 14.900,- dan saat ini turun menjadi Rp 13.300,- perliter dan sementara harga Pertalit tetap Rp. 10.000,- perliter , sehingga Pertamina Pertashop merugi terus , dan tidak bisa membayar Tenaga Kerja .untuk di ketahui apabila pesan 3.000 liter baru habis laku di jual 14 hari sampai 20 hari , kerugian nya penguapan bisa sampai 15 liter dan mana untung nya dan Minyak Pertalit juga banyak di jualan Eceran harganya 12.000, perliter , sedangkan Pertamax masih lebih tinggi harga . berdasar informasi tersebut, apakah pemerintah tidak mengetahui nya atau pura pura tidak tau , tolong mumpung masih berkuasa di percayai oleh Rakyat memberikan kesan yang baik terutama DPR dan pemerintah dan mohon agar di berikan masukan kepada BPK Presiden, Semoga Allah SWT .mempermudahkan kita dari segala urusan dan Rezki kita Semua Amin YRA

  2. BPK Presiden beserta Para Menteri serta Anggota DPR Yth. jika benar benar nya ingin membantu Rakyat dengan tulus Ikhlas seperti Negara China Tiongkok bantulah Rakyat Mu , dengan hati yang tulus Ikhlas yaitu terhadap Usaha Pertamina Pertashop agar tidak bangkruk alias kulung tikar , karena adanya Pertamina Pertashop atas Keputusan Pemerintah dengan tujuan nya jelas , membangun pertashop juga dengan dana besar dan sebagian besar dana pinjaman kredit Bank, selisih harga pertamaz dengan pertalit Rp. 3.300,- dan 95 persen Rakyat memakai Pertalit dan harga pertalit Rp.10.000,- perliter , Tolong sesuai janji nya Pemerintah sebelum berkuasa ,membantu Usaha kecil dan menengah , pertugas yang kita rekrut tidak bisa di bayar gigit jari sementara mereka punya anak istri , tolong bila perlu pertashop agar dapat di isi dengan pertalit , jika pertamaz tidak bisa di turunkan harga nya , bagaimana nasip Pertamina Pertashop apabila pemerintah tidak peduli nya( tidak melihat nya ) dan kapan masyarakat untuk mendapat pemerintah yang peduli dengan Pertamina Pertashop, Semoga Allah membuka hati penguasa dan sehat selalu Amin YRA