SIARINDOMEDIA.COM – Para pengusaha Pertashop yang tergabung dalam berbagai asosiasi geram. Mereka merasa jadi korban dari kebijakan pemerintah yang tidak mendukung penjualan pertamax.
Selama lebih dari setahun, penjualan di hampir semua Pertashop turun drastis. Sehingga sebanyak 71 persen dari 6.400 unit pertashop bangkrut. Artinya ada sekitar 4.600 unit Pertashop mengalami kebangkrutan. Ini buntut adanya jarak harga bahan bakar antara pertamax dengan pertalite yang terlalu jauh. Sehingga konsumsen lebih memilih pertalite yang jauh lebih murah daripada pertamax. Padahal Pertashop hanya dibolehkan jualan pertashop.
Dengan kondisi ini, para pengusaha pertashop yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Pertashop Jateng-DIY (P2PJD), Serikat Pengusaha Retail Indonesia Minyak dan Gas (Sprindo Migas) dan Himpunan Pengusaha Pertashop Indonesia (HIPSI) telah bergerak menggelar demonstrasi ke Pertamina dan DPR RI, Rabu 10 Juli 2024.
Mereka menyuarakan jeritan hati karena harus menanggung beban kredit perbankan.
Aksi Demonstrasi 10 Juli 2024 dapat menjadi lebih besar dan akan eskalasi ke Istana jika tidak terlihat kesungguhan penyelamatan dari Pertamina ataupun dari DPR RI.
Pada aksi pada 10 Juli 2024, mereka juga beraksi di depan gedung Grha Pertamina. Ada 20 orang dari asosiasi Pertashop bersatu yang diterima dewan direksi Pertamina, di antaranya Brahmantya Setyamurti (Corporate Secretary PT. Pertamina), Mars Ega (Direktur Pemasaran PT. Pertamina Patra Niaga) dan Irto Ginting (Corporate Secretary PT. Pertamina Patra Niaga).
Para Direksi Pertamina dengan Asosiasi Pertashop Bersatu menghasilkan kesepakatan dibentuknya Project Management Office (PMO) yang berisikan 3 orang Pertamina Patra Niaga yaitu Ekoricky, Mardian, Agung N Putro dan 3 Ketua Umum dari masing-masing asosiasi Pertashop yaitu Sadewo dari P2PJD, Ali dari Sprindo Migas dan Wawan dari HIPSI yang mana PMO bertugas mengawal dan merealisasikan 10 tuntutan aksi demonstrasi 10 Juli 2024.

Dalam demo di gedung DPR RI, ketua panitia aksi, Gunadi Broto Sudarmo, menerangkan, pihaknya menagih janji Komisi VII yang tahun 2023 terkait disparitas harga BBM. Gunadi pun siap melakukan aksi lebih besar jika tuntutannya tetap tidak digubris oleh DPR.
“Apabila aksi ini belum mendapat tanggapan yang baik, kami siap untuk menjalankan aksi selanjutnya yang lebih besar dan akan kami lakukan di istana,” tegas Gunadi.













kebijakan keputusan BPK Presiden terkait Pertamina Pertashop tidak sesuai dengan tujuannya yaitu membangkit usaha kecil, menengah dan tentu nya menyerap tenaga kerja , mengurangi pengangguran , namun beberapa bulan sejak oprasional kurang lebih 6 bulan tiba tiba harga Pertamax dari harga Rp 9.000,- perliter naik menjadi Rp 14.900,- dan saat ini turun menjadi Rp 13.300,- perliter dan sementara harga Pertalit tetap Rp. 10.000,- perliter , sehingga Pertamina Pertashop merugi terus , dan tidak bisa membayar Tenaga Kerja .untuk di ketahui apabila pesan 3.000 liter baru habis laku di jual 14 hari sampai 20 hari , kerugian nya penguapan bisa sampai 15 liter dan mana untung nya dan Minyak Pertalit juga banyak di jualan Eceran harganya 12.000, perliter , sedangkan Pertamax masih lebih tinggi harga . berdasar informasi tersebut, apakah pemerintah tidak mengetahui nya atau pura pura tidak tau , tolong mumpung masih berkuasa di percayai oleh Rakyat memberikan kesan yang baik terutama DPR dan pemerintah dan mohon agar di berikan masukan kepada BPK Presiden, Semoga Allah SWT .mempermudahkan kita dari segala urusan dan Rezki kita Semua Amin YRA
BPK Presiden beserta Para Menteri serta Anggota DPR Yth. jika benar benar nya ingin membantu Rakyat dengan tulus Ikhlas seperti Negara China Tiongkok bantulah Rakyat Mu , dengan hati yang tulus Ikhlas yaitu terhadap Usaha Pertamina Pertashop agar tidak bangkruk alias kulung tikar , karena adanya Pertamina Pertashop atas Keputusan Pemerintah dengan tujuan nya jelas , membangun pertashop juga dengan dana besar dan sebagian besar dana pinjaman kredit Bank, selisih harga pertamaz dengan pertalit Rp. 3.300,- dan 95 persen Rakyat memakai Pertalit dan harga pertalit Rp.10.000,- perliter , Tolong sesuai janji nya Pemerintah sebelum berkuasa ,membantu Usaha kecil dan menengah , pertugas yang kita rekrut tidak bisa di bayar gigit jari sementara mereka punya anak istri , tolong bila perlu pertashop agar dapat di isi dengan pertalit , jika pertamaz tidak bisa di turunkan harga nya , bagaimana nasip Pertamina Pertashop apabila pemerintah tidak peduli nya( tidak melihat nya ) dan kapan masyarakat untuk mendapat pemerintah yang peduli dengan Pertamina Pertashop, Semoga Allah membuka hati penguasa dan sehat selalu Amin YRA