THE PUNAKAWAN SERIES (PART 9)

SEBAT SEBIT SABIT

SIARINDOMEDIA.COM – Suara gemuruh takbir berkumandang, obor-obor menerangi jalanan Klampis Ireng. Suara riuh anak-anak bercampur kembang api dan petasan kecil-kecilan.

Kyai Semar tersenyum melihat tingkah anak-anak yang tertawa sambil bersenda gurau, seolah tak ada kekecewaan di raut wajah mereka.

“Ma, niki kopine (Pak, ini kopinya),” ucap Gareng menyajikan kopi kepada Kyai Semar.

Sambil menghidupkan rokok klobot Kyai Semar bergumam, jika besok hari, semua akan sama-sama berlebaran dan saling berkunjung ke rumah-rumah warga di Klampis Ireng.

Gareng bertanya kepada Kyai Semar, jika besok semua pada berlebaran mengapa wajah Kyai Semar nampak seperti sedikit sedih.

Kyai Semar tersenyum dan lantas berucap, bukan karena apa dirinya bersedih, namun karena bulan suci telah pergi meninggalkan.

Link Banner

Matahari terlihat masih malu-malu menampakkan wajahnya, sinarnya perlahan menerangi bumi yang baru saja tersiram oleh embun pagi.

Gema suara takbir berkumandang dari arah suarau Klampis Ireng. Semua masyarakat berbondong-bondong berjalan menuju surau. Kyai Semar dan anak-anaknya juga nampak sudah bersiap-siap dengan pakaian serba putih menuju ke arah surau.

“Mangga ma, tindak ten surau (Mari Pak, pergi ke Surau),” ucap Petruk kepada Kyai Semar.

Kyai Semar bersama Dewi Kanestren berjalan bersama, sedangkan Gareng, Petruk, dan Bagong berjalan di belakangnya sambil berbincang-bincang penuh canda tawa.

Seusai melaksanakan Sholat Ied, semua Masyarakat Klampis Ireng berkumpul di kediaman Kyai Semar untuk saling bersilaturahmi dan bercengkrama bersama-sama. Tak ada suasana lain selain kata maaf yang saling berucap, sungguh suasana hari raya yang sejuk di Desa Klampis Ireng.

Kyai Semar mengembangkan tembang Dhandanggula dikala orang-orang sedang saling berjabat tangan mengiringi suasana lebaran.

Nuju Hari Raya Idul Fitri

Umat Islam rampung angibadah

Pasa sesasi lawase

Ameper hawa napsu

Mung anggayuh sucining diri

Aran Habluminallah

Caket mring Hyang Agung

Trus ana halal bihalal

Hangapura marang lupute sesami

Aran Habluminannas

(Bertepatan Hari Raya Idul Fitri

Umat Islam selesai menjalankan ibadah

Puasa sebulan lamanya

Menahan hawa nafsu

Berharap hanya mencapai kesucian diri

Disebut dengan Habluminallah

Dekat dengan Yang Maha Kuasa

Lalu ada Halal Bihalal

Saling memaafkan pada kesalahan sesama

Inilah yang disebut Habluminannas)

Minal aizin wal faizin
MINAL AIDIN WAL FAIZIN. Segenap Kru Punakawan Series Mengucapkan Mohon maaf Lahir Batin 🙏🏻.

(To Be Continued)

Ikuti selengkapnya kisah The Punakawan Series di Rubrik Sosial Budaya:

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *