SIARINDOMEDIA.COM- Kampoeng Heritage Kajoetangan merupakan kawasan bersejarah yang terletak di jantung Kota Malang. Lokasinya tidak jauh dari Balai Kota dan alun-alun. Kawasan ini berada di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, dan telah ada sejak abad ke-13.
Warisan kolonial seperti makam tua, langgar kuno, Pasar Talun, dan terowongan masih terjaga. Dengan konsep budaya bernilai sejarah,kampung ini disulap menjadi destinasi wisata budaya dan kuliner.
Sejak 2018, kawasan ini telah resmi dibranding sebagai “Kawasan Heritage Kajoetangan”.
Memasuki area, pengunjung akan disambut oleh penjaga loket di setiap titik masuk. Mereka ditempatkan di bilik kecil berbahan kayu berwarna coklat.
Bentuknya menyerupai loket bioskop tempo dulu yang unik dan menarik.
Cukup dengan lima ribu rupiah, pengunjung bisa berkeliling kampung sepuasnya. Dana tersebut digunakan untuk perawatan dan kebersihan lingkungan sekitar.
Petugas terlihat ramah dan memahami kondisi kampung dengan baik. Ini memberi kesan profesional dan meyakinkan pengunjung untuk mengeksplorasi lebih jauh.

Suasana tempo dulu di Kampoeng Heritage Kajoetangan
Bangunan di kampung ini masih tampak autentik dan penuh nilai sejarah. Bahkan, beberapa bentuk arsitekturnya masih dijadikan inspirasi pembangunan masa kini.
Di dalam kawasan, pengunjung akan menemukan beragam kuliner tradisional. Mulai dari desain tempat hingga menu yang disajikan tetap mempertahankan nuansa masa lalu.
Atmosfer yang ditawarkan seolah membawa kita menyusuri lorong waktu ke era kolonial.
Spot paling ramai di Kampoeng Heritage Kajoetangan adalah tempat kopian.
Ada warung kopi bergaya lawas hingga kedai kekinian yang Instagramable. Tempat makan es krim juga menjadi favorit, apalagi saat berkeliling di tengah terik matahari.
Perputaran ekonomi di kampung ini berjalan baik dan sehat. Hal ini karena pelaku usaha di dalamnya masih warga asli setempat.
Keberadaan mereka menjaga keaslian suasana dan cita rasa yang ditawarkan kampung ini.
Selain kuliner, ada banyak spot foto yang digemari anak muda. Latar-latar klasik ini sering muncul di media sosial, turut memperluas eksistensi kampung.
Kehadiran spot-spot ini membuat kampung tetap relevan dan hidup di tengah perkembangan zaman.
Tak ketinggalan, pengunjung juga bisa menemukan rumah-rumah yang memamerkan barang-barang antik.
Koleksi tersebut menjadi saksi sejarah yang tak tergantikan dan terus dijaga keberadaannya hingga kini.
Kampoeng ini merupakan ruang hidup bagi warisan budaya yang tetap bertumbuh. Perpaduan sejarah, ekonomi warga, kuliner tradisional, hingga sentuhan modern menjadikannya destinasi yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Malang.













