Siarindomedia.com – Upaya memperkuat pengembangan pariwisata halal di kawasan ASEAN dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional bertema “Halal Tourism” yang digelar di Bangkok, Thailand. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 21 Agustus 2024, di Hotel Al-Meroz. Dihadiri oleh para pengusaha Muslim yang tergabung dalam Muslim Business Matching (MBM) Institute Thailand.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur Komisariat Malang Raya, Forum Akuntansi Manajemen dan Ekonomi (FAME) Wilayah Jawa Timur, serta MBM Institute Thailand. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman dan kesiapan Thailand dalam menghadapi tren pariwisata halal global yang terus berkembang.
Dua dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM) berperan aktif dalam kegiatan ini. Prof. Dr. Puji Handayati, S.E., Ak., M.M., CA, CMA, selaku Ketua IAI Komisariat Malang Raya, bertindak sebagai salah satu pimpinan delegasi sekaligus penandatangan berita acara kegiatan, serta menyerahkan plakat dan cenderamata sebagai simbol kerja sama. Sementara itu, Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak., CA, CFrA hadir sebagai narasumber utama.
Perkembangan Halal Tourism
Dalam pemaparannya, Dr. Eka Ananta Sidharta menjelaskan perkembangan halal tourism di Indonesia. Ia menilai keberhasilan bidang ini berkat dukungan kebijakan pemerintah, sistem sertifikasi halal oleh MUI, serta pengakuan internasional.
Ia juga membandingkannya dengan kondisi Thailand, khususnya Bangkok.
Meskipun memiliki peringkat baik dalam Global Muslim Travel Index 2024, mereka masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas halal di luar pusat kota dan sertifikasi yang belum merata.
Diskusi yang berlangsung interaktif menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk pengembangan halal tourism di Thailand. Meliputi penguatan infrastruktur halal seperti restoran, akomodasi, dan tempat ibadah.
Selain itu, ada pemasaran tersegmentasi bagi wisatawan Muslim global, kolaborasi industri serta penyederhanaan sertifikasi halal, hingga pelatihan sumber daya manusia sektor pariwisata.
Selain sebagai forum berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga mempererat jejaring antara akademisi dan praktisi bisnis Indonesia dengan pengusaha Muslim Thailand. Prof. Dr. Puji Handayati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat respons sangat positif, tercermin dari antusiasme peserta MBM dalam sesi diskusi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pintu awal kolaborasi yang lebih konkret, baik dalam bentuk pertukaran akademik, penelitian bersama, maupun kemitraan bisnis untuk memperkuat ekosistem halal tourism di kawasan ASEAN.













