SIARINDOMEDIA.COM – Maleman menjadi salah satu tradisi yang dilestarikan warga Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Tradisi ini bertujuan untuk menghormati leluhur yang telah meninggal sekaligus meraih keberkahan pada malam Lailatul Qadar. Maleman dilaksanakan pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Kegiatan tersebut berupa selamatan atau kenduri yang dilakukan setelah shalat Tarawih. Biasanya diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu Tetua di sana. Doa tersebut ditujukan kepada leluhur para jamaah agar arwah mereka mendapat tempat yang baik, dan sebagai salah satu bentuk penghormatan, agar tidak melupakan keluarga yang sudah meninggal.
Setelah kegiatan berdoa selesai, dilanjutkan dengan membagikan berkat marangan, yaitu bingkisan berisi makanan yang sebelumnya sudah disiapkan dari rumah.

Ani, salah satu jamaah Mushola Al-Faruq, Desa Banggle, mengungkapkan setiap berkat memiliki ciri khas tersendiri untuk isinya.
“Ciri khas, ada kue apem, ada pisang, itu untuk selamatan para leluhur kita. Kalau apem itu ciri khas selamatan untuk orang yang sudah meninggal, kalau serundeng dari kelapa yang digongso, itu sudah tradisi Jawa ya seperti itu. Yang paling ciri khas ya apem itu,” ungkapnya.
Tradisi yang Perlu Dilestarikan
Dia juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian tradisi Maleman, khususnya untuk kaum muda yang belum tentu tau makna tradisi ini.
“Kalau menurut saya sebagai orang Jawa, itu perlu dilestarikan, karena kita harus menghormati para leluhur kita yang sudah meninggal juga. Bukan menghormati yang bagaimana, kita jangan melupakan leluhur kita, khususnya buat anak muda,” imbuhnya.
Selain itu, tradisi Maleman juga sebagai sarana untuk memperoleh keberkahan di malam Lailatul Qadar dengan doa dan memohon ampunan, serta keberkahan untuk diri sendiri maupun leluhur yang sudah meninggal.
Tradisi Maleman tidak hanya menjadi wujud penghormatan kepada leluhur, tetapi juga sarana memperkuat ikatan sosial dan spiritual di tengah masyarakat. Melalui tradisi ini, warga Desa Banggle terus menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.












