TRADISI AMBENGAN DI MUSALA NAMPIREJO, MENJALIN KEBERSAMAAN DI BULAN RAMADAN

SIARINDOMEDIA.COM – Bulan Ramadan selalu membawa berkah dan kebersamaan bagi umat Muslim. Salah satu tradisi yang masih lestari di daerah Nampirejo, Batanghari, Lampung Timur adalah tradisi berbagi makanan yang dikenal dengan sebutan ‘Ambengan’. Tradisi ini diterapkan di salah satu musala setempat, Musala Al Muttaqien, serta beberapa musala lainnya.

Ambengan merupakan kegiatan berbagi makanan berat yang dikemas dalam wadah besar. Makanan tersebut kemudian dibawa ke musala setiap malam ganjil pada tanggal 17, 19, 21, 23, 25, dan 27 Ramadan. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan serta menanamkan nilai berbagi dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di bulan suci ini.

Masyarakat yang berpartisipasi dalam tradisi Ambengan sudah memiliki jadwal tersendiri untuk membawa makanan ke musala. Biasanya, makanan ini dibagikan kepada jamaah setelah melaksanakan salat Tarawih. Kemudian, mereka menikmati hidangan Ambengan bersama sebelum melanjutkan kegiatan ibadah lainnya.

“Biasanya kita makan bareng itu kalo Cuma ada acara, nah di bulan Ramadan ini seneng kalo ada tradisi ini. Karena bisa makan bersama setiap malam ganjil menjelang akhir Ramadan. Selain makan bersama ya bisa menjalin silaturahmi juga karena saling ngobrol bertukar cerita,” ucap Sugian jamaah musala.

BERBAGI AMBENG. Membagikan makanan di piring untuk dibagikan kepada sesama yang ada di Musala. Foto: Eka Wahyu Ningtias

Selain menikmati hidangan bersama, tradisi ini juga diikuti dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB. Setelah selesai tadarus, jamaah kemudian kembali ke rumah masing-masing.

Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan sosial antarwarga, tetapi juga menjadi ladang amal bagi mereka yang berbagi makanan.

Menurut salah satu warga, tradisi ini diharapkan mampu bertahan hingga masa yang akan datang.

“Seneng aja kalo suruh bawa ambeng itu, karena ga berpatokan harus bawa apa yang penting bisa makan bersama gitu aja. Semoga tradisi ini bisa terus ada,” ujar salah satu jamaah di Musala Al Muttaqien.

Dengan adanya tradisi Ambengan, diharapkan semangat berbagi dan kebersamaan antarwarga tetap terjalin dengan baik. Tradisi ini menjadi bukti bahwa Ramadan tidak hanya tentang ibadah individu, tetapi juga tentang mempererat silaturahmi dan meningkatkan rasa empati terhadap sesama.

Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menginspirasi generasi mendatang untuk selalu menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Authors

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *