SIARINDOMEDIA.COM – Membeli baju baru saat lebaran telah menjadi tradisi yang diyakini sebagian orang sebagai sunnah dalam Islam.
Puasa Ramadhan sudah memasuki seperempat bulan dari keseluruhan. Masyarakat mulai berbondong-bondong untuk mencari kue lebaran bahkan baju baru untuk lebaran. Namun, banyak juga dari mereka yang memilih untuk tidak membeli baju melainkan membeli kue dan memperbaiki kondisi rumah mereka.

Ditinjau dari masyarakat umum banyak pendapat mengenai hukum membeli baju baru untuk lebaran.
Anjuran pakaian terbaik saat lebaran
Mengutip dari laman NU Online salah satu ulama besar yakni Syekh Sai’id Bin Muhammad Ba’asyin dalam satu kitab menjelaskan mengenai anjuran pakaian terbaik saat Hari Raya Idul Fitri.
“Seseorang dianjurkan untuk mengenakan wewangian dan berhias, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya dalam pembahasan tentang hari Jumat. Namun, pada hari Id, seseorang disunnahkan mengenakan pakaian terbaiknya, meskipun tidak harus berwarna putih. Jika pakaian putih dan pakaian dengan warna lain memiliki kualitas yang sama, maka mengenakan pakaian putih lebih utama pada hari Id.”
Dalam hal ini yang dimaksud dengan pakaian terbaik bukan berarti harus pakaian baru, namun pakaian terbaik yang dimiliki.
“Hari Id berbeda dengan hari Jumat. Pada hari Id, umat Islam dianjurkan untuk menampakkan nikmat Allah, sehingga mengenakan pakaian terbaik lebih diutamakan. Sementara itu, tujuan berpakaian pada hari Jumat adalah untuk menunjukkan kesempurnaan, sehingga pakaian putih lebih disarankan. Baik mereka yang keluar untuk menunaikan salat maupun yang tetap berada di rumah dianjurkan untuk mandi, berhias, dan memakai wewangian,” lanjutnya.
Tidak wajib baju baru saat lebaran
Dengan demikian, membeli atau mengenakan pakaian baru saat lebaran diperbolehkan asal tidak memberatkan. Pakaian yang diamankan adalah pakaian terbaik yang dimiliki, pakaian yang baru belum tentu yang terbaik jika memberatkan dalam akuntansi.
Oleh karena itu, jangan berkecil hati jika belum mampu membeli baju baru saat lebaran, karena tujuan kita saat lebaran bukan untuk berfoya-foya melainkan ajang memperbaiki diri dan membuka pintu maaf selebar-lebarnya.














