SIARINDOMEDIA.COM – Pondok Pesantren Nailul Falach Sealka, yang berlokasi di Dusun Gasek Kulon, Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, sukses menyelenggarakan peringatan Isra Mikraj dan menyabut Bulan Ramadhan, dengan konsep yang unik dan berbeda dari biasanya.
Acara ini menarik perhatian masyarakat karena menggabungkan seni tradisional Bantengan pada siang hari dengan pengajian umum pada malam hari.
Sejak siang, halaman pesantren dipenuhi oleh santri dan masyarakat yang antusias menyaksikan pertunjukan Bantengan. Sebuah kesenian tradisional yang menggambarkan semangat dan keberanian serta memiliki nilai filosofis yang mendalam.
Seni Bantengan jarang sekali ditampilkan dalam acara keagamaan, sehingga kehadirannya dalam peringatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar.
Menurut Tirto, panitia acara, pertunjukan Bantengan dipilih sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memberikan nuansa berbeda dalam perayaan Haflah Akhirusanah.
“Kami ingin mengemas acara ini dengan sesuatu yang unik, tetap dalam koridor syariat Islam, namun juga memberikan hiburan yang memiliki nilai budaya dan filosofi,” ujar Tirto.

Saat malam tiba, suasana berubah menjadi lebih khidmat dengan digelarnya pengajian umum. Jamaah yang hadir, mulai dari santri hingga masyarakat sekitar, mendengarkan tausiah dari ulama yang membahas makna Isra Mikraj serta pentingnya meneladani akhlak Rasulullah.
Salah satu warga, Nadiroh, mengungkapkan apresiasinya terhadap rangkaian acara ini.
“Ini luar biasa, ada hiburan bernilai islami di siang hari, lalu di malam hari kita mendapatkan siraman rohani dari pengajian. Semoga acara seperti ini terus dilestarikan,” ungkapnya.
Dengan perpaduan seni budaya dan nilai-nilai keislaman, peringatan Isra Mikraj dan menyabut Bulan Ramadhan di Pondok Pesantren Nailul Falach Sealka menjadi momentum kebersamaan yang inspiratif. Serta mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat.
Acara ini juga membuktikan bahwa seni tradisional dapat dikemas secara harmonis dalam kegiatan keagamaan. Sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.












