MUSEUM BUNG KARNO DI BLITAR, MENELUSURI SEJARAH DAN PERISTIRAHATAN BAPAK PROKLAMATOR.

SIARINDOMEDIA.COM – Kota blitar tidak hanya dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir Soekarno, tetapi juga sebagai kota yang menyimpan jejak sejarah Bapak proklamator di sebuah Museum Bung Karno menjadi saksi bisu bagaimana perjuangan dan perjalanan hidupnya. Berlokasi di pusat kota, museum ini selalu menjadi destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi oleh pengunjung.

Di dalam kawasan makam Bung Karno terdiri atas tiga bangunan utama, yaitu Makam Bung Karno, Perpustakaan Bung Karno, dan Museum Bung Karno. Museum ini dibangun pada tahun 2003 dan diresmikan setahun kemudian tahun 2004.

Koleksi di Museum Bung Karno sangat beragam, mulai dari koleksi uang seri milik Soekarno, lukisan Soekarno serta foto-foto perjalanan hidupnya. Selain itu terdapat berbagai barang pribadi milik Sang Proklamator, seperti pakaian, kacamata, jam tangan, parfum, peci, hingga koper yang sering digunakannya saat bepergian.

LUKISAN SOEKARNO BERDETAK. lukisan yang terlihat seolah jantungnya beredetak. Foto: Idha Ambarsari

Selain menyimpan koleksi antik, museum ini juga dilengkapi fasilitas digital yang memudahkan pengunjung untuk mencari informasi tentang Soekarno. Informasinya pun beragam, mulai dari biografi Soekarno, kegiatan-kegiatan Soekarno di luar negeri, karya dan pemikiran, dan serial tentang Sang Proklamator.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah lukisan Soekarno karya I.B Said, yang dibuat pada 2001. Lukisan itu menampilkan Soekarno dengan pakaian khasnya, mengenakan peci, dan memegang keris berwarna emas.

Lukisan tersebut berdiri kokoh dengan bingkai emas dan tiang penyangga di belakangnya. Lukisan Bung Karno cukup menarik perhatian karena jika dilihat dari samping dengan teliti, kita bisa melihat lukisan tersebut berdetak, sama seperti ritme jantung manusia.

Pendapat Pengunjung tentang Museum Bung Karno

Jika dilihat dengan saksama, tidak ada alat yang bisa menyebabkan hal itu terjadi. Masyarakat percaya kalau lukisan tersebut hidup, dan hal itu menjadi daya tarik yang unik di Museum Bung Karno ini.

“Menurut saya lukisannya itu bagus, dan juga unik,” ujar Nadia, salah seorang pengunjung Museum Bung Karno.

Hal serupa diungkapkan oleh Rahma, yang turut merasakan keunikan lukisan itu. “Percaya nggak percaya, soalnya kayak nyata. Tapi, mungkin ya bisa aja karena angin,” katanya.

Museum ini tidak hanya untuk mengenang kehidupan Soekarno saja. Tapi juga sarana edukasi yang memperkaya wawasan sejarah dan kebangsaan.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Authors

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *