SIARINDOMEDIA.COMĀ – Di tengah perkembangan industri kreatif dan kemajuan teknologi digital, bisnis sablon tetap bertahan sebagai salah satu usaha yang menjanjikan.
Usaha ini masih menjadi pilihan banyak pelaku UMKM di berbagai daerah. Terutama karena permintaan akan produk custom seperti kaos, plastik, kertas, gelas, cup, botol tumbler, dan lainnya yang terus meningkat.
Masfian (40), seorang pemilik usaha sablon yang dibangun dari tahun 2000 di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Ia mengungkapkan bisnis sablon memiliki pasar yang luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga perusahaan.

“Awal memulai bisnis ini dulunya saya menyablon kertas kalender dan undangan,” ujarnya.
Pada awalnya, strategi pemasaran bisnis sablon ini dilakukan melalui pembagian brosur kepada banyak orang.
Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, metode pemasaran telah beralih ke media online.
Saat ini, pemasaran dilakukan melalui berbagai platform digital seperti marketplace, Facebook, Instagram, WhatsApp, serta akun bisnis lainnya.
Dalam bisnis ini, ada berbagai jenis teknik sablon yang digunakan, seperti sablon manual dan sablon digital. Masing-masing memiliki kelebihan tergantung kebutuhan pelanggan.
“Kalau sablon manual biasanya untuk produksi massal karena lebih murah, sedangkan sablon digital cocok buat desain custom dalam jumlah kecil,” tambahnya.

Banyaknya jasa sablon online dengan harga yang bersaing membuat pelaku usaha harus lebih kreatif dalam menarik pelanggan.
Selain itu, bahan baku seperti tinta yang harganya fluktuatif juga menjadi kendala tersendiri.
“Tinta yang digunakan dalam sablon bervariasi sesuai dengan jenis media yang digunakan, baik itu kain, kertas, maupun plastik.” Urainya.
Untuk menghadapi persaingan, para pengusaha sablon berusaha mengikuti tren pasar. Misalnya, dengan menawarkan desain-desain kekinian, paket bundling, atau bahkan kolaborasi dengan usaha souvenir.
“Sekarang nggak cukup hanya menjual jasa sablon, kita juga harus bisa memberikan nilai tambah, seperti konsultasi desain dan pengemasan yang menarik,” kata Masfian.
Dengan semakin berkembangnya budaya personalisasi dan custom di kalangan masyarakat, jasa sablon diyakini akan terus diminati sebagai solusi kreatif untuk kebutuhan fashion dan promosi.














