DARI STUDIO FOTO MENJADI FOTOGRAFER EXTREME TRAIL, ABADIKAN AKSI DI MEDAN PENUH TANTANGAN

SIARINDOMEDIA.COM – Berawal dari sebuah studio foto di Desa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Imron Rosyadi (40) kini menjadi seorang fotografer extreme trail yang siap menghadapi tantangan alam liar.

Meninggalkan kesibukan di dalam ruangan, ia memilih mengabadikan aksi para pengendara motor trail yang melintasi medan ekstrem seperti hutan lebat, jalur berlumpur, hingga tanjakan curam.

Perjalanannya menunjukkan bahwa fotografi bukan sekadar teknik, melainkan juga keberanian dan dedikasi di tengah kerasnya alam.

Yang dulunya pernah ramai didatangi oleh customer untuk mengabadikan momen spesial. Dari foto keluarga, wedding, maternity, wisuda, hingga prewedding, studio foto selalu jadi pilihan utama.

Namun, seiring perkembangan zaman, profesi fotografi mengalami transformasi besar-besaran.

Studio foto yang dulunya jadi pusat aktivitas kini mulai tergantikan dengan konsep yang dimilikinya menjadi Fotografer Extreme Trail merupakan profesi yang memadukan keberanian, keahlian fotografi, dan kecintaan terhadap olahraga ekstrem. Yang dibangun kurang lebih sudah 10 tahun.

“Studio foto saya tutup karena SDM yang kurang mendukung, tapi itu membuka kesempatan buat saya fokus ke passion di fotografi extreme trail,” ujar Imron, fotografer alam yang telah menjelajahi Indonesia.

Berbeda dari fotografer biasa, mereka bertugas mengabadikan aksi para pengendara trail yang melibas medan berat seperti hutan lebat, jalur berlumpur, tanjakan curam, hingga sungai berbatu.

“Menjadi fotografer ekstrem bukan cuma soal teknik fotografi, tapi juga tentang memahami kondisi alam dan menjaga keselamatan diri, menguasai medan, menghafal jalur, membuat titik koordinat” tambahnya,

MEMBEKUKAN ADRENALIN. Seni memadukan risiko dan keindahan alam liar. Foto: @jhon_temon/ig.com

Menurutnya, setiap foto yang berhasil diambil membawa risiko yang sebanding dengan kepuasan ketika melihat hasilnya.

Kesiapan Fisik dan Peralatan Tangguh

Bagi seorang fotografer extreme trail harus siap menghadapi situasi berbahaya, menguasai medan, menghafal jalur, membuat titik koordinat, mengetahui GPS. Medan yang sulit bukanlah penghalang, melainkan bagian dari tantangan.

Mereka harus berada di lokasi strategis untuk mendapatkan momen spektakuler, seperti saat pengendara melompat di udara atau menaklukkan tanjakan curam. Namun, untuk mendapatkan hasil terbaik, mereka juga harus menghadapi risiko yang sama dengan para pengendara.

“Aku sering ikut event trail sambil motret foto-foto ekstrem. Biasanya keliling mulai dari Jawa, Nusa Tenggara, sampai Kalimantan. Kadang sekalian bikin brosur event buat posting di sosial media, menata result, juga sering desain kaos dan ngerjain brandingnya sekalian.” Urainya

Fotografer ekstrem sering kali bekerja untuk media, merekam dokumentasi olahraga ekstrem, hingga terlibat dalam proyek pelestarian alam.

Semua yang dilakukan demi mendapatkan gambar yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan cerita yang kuat.

Selain fisik yang prima, Fotografer Extreme Trail juga membutuhkan peralatan yang tahan banting. Kamera dengan bodi tahan debu dan air, lensa telefoto untuk menangkap detail dari kejauhan, serta perlengkapan pelindung seperti helm dan sepatu khusus menjadi perlengkapan wajib.

Promosi Olahraga Ekstrem Melalui Lensa Kamera

Di balik layar, Fotografer Extreme Trail juga berperan besar dalam mempromosikan olahraga ini. Foto-foto mereka sering digunakan untuk publikasi acara, promosi brand otomotif, hingga konten media sosial yang memikat para pencinta petualangan.

Fotografer Extreme Trail bukan hanya saksi dari aksi luar biasa, tapi juga pencerita visual yang menghidupkan semangat olahraga ekstrem melalui lensa kamera.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *