SIARINDOMEDIA.COM – Jumat adalah hari yang istimewa dalam Islam dan sering disebut sebagai sayyidul ayyam, yang berarti pemimpin atau rajanya hari. Hari ini memiliki keunggulan tersendiri. Sehingga ibadah yang dilakukan pada Jumat dianggap lebih bernilai, apalagi pada jumat terakhir di bulan rojab.
Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan berbagai amalan khusus yang dapat dilakukan pada hari Jumat. Salah satu amalan tersebut adalah membaca istighfar:
أسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذي لَا إِلهَ إِلاَّ هُوَ الحَيَّ القَيُّوْمَ وأَتُوْبُ إلَيْهِ
“Astaghfirullâh alladzî lâ ilâha illâ huwa-l-hayyal qayyûma wa atûbu ilaihi”
Artinya, “Aku memohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang hidup kekal serta terus menerus mengurus makhluk, dan aku bertobat kepada-Nya.”
Dalam riwayat Anas, Rasulullah bersabda bahwa siapa pun yang membaca doa ini sebanyak tiga kali pada Jumat pagi sebelum salat subuh, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya, meskipun sebanyak buih di lautan.
Hari Jum’at menjelang akhir bulan Rojab menjadi momen yang penuh berkah, di mana umat Islam memperbanyak ibadah dan doa.
Gus iqdam pemimpin majlis ta’lim Sabilut Taubah, atau yang biasa dikenal dengan ST Pusat berkata. “pada Jumat terakhir di bulan rojab, aku wes nglakoni Kuwi, aku Wulan Rojab tahun dek wingi weng nglakoni kuwi. Diantara khutbah pertama dan khutbah kedua, Moco o Iki Lo Ahmad Rosulullah Muhammad Rosulullah woconen ping 35 pada Jumat terakhir bulan rojab diantara dua khutbah”.
Maksud dari perkataanya adalah pada Jumat terakhir di ulan Rojab, saya sudah melakukannya, pada bulan Rojab tahun lalu, diantara khutbah pertama dan khutbah kedua membaca ahmad Rosulullah Muhammad Rosulullah, bacalah 35 kali pada Jumat terakhir di bulan rojab.
Rajab Bulan Istimewa untuk Perbanyak Ibadah dan Doa
Bulan Rajab 1446 H akan segera berakhir. Berdasarkan penanggalan Hijriah yang dirilis Kementerian Agama RI, bulan ketujuh dalam kalender Islam ini dimulai pada 1 Januari 2025, dengan Jumat terakhir jatuh pada 24 Januari 2025.
Sebagai salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam, Rajab memiliki keistimewaan tersendiri. Bulan ini menjadi momen tepat bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Para ulama juga menganjurkan sejumlah amalan khusus yang dapat dilakukan selama bulan Rajab. Salah satu ibadah yang disarankan adalah memanfaatkan Jumat terakhir di bulan ini untuk meningkatkan ibadah dan doa.
Mengutip dari NU Online yang ditulis Feni Kusumaningrum menyebutkan ijazah yang diberikan oleh Al-Syekh al-Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri, seorang ulama besar dari Yaman, amalan ini dapat diamalkan oleh umat Islam.
Banyak habaib dan kiai mengijazahkan amalan ini. Salah satu diantaranya adalah Gus iqdam pemimpin majlis ta’lim Sabilut Taubah atau yang biasa dikenal dengan ST Pusat berkata “pada Jumat terakhir di bulan rojab, ketika Khotib diatas mimbar diantara dua khutbah itu bacalah”
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh.
Artinya: Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.
Amalan ini dibaca saat khatib menyampaikan khutbah kedua sebanyak 35 kali, di antara keutamaannya adalah agar di sepanjang tahun uang yang kita miliki tidak habis untuk memenuhi segala kebutuhan. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan berhasil.

Al-Habib Ali bin Hasan Baharun menulis keterangan dari gurunya, al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith sebagai berikut:
فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْس وثلاثيْن مرّة فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ
Artinya: Faidah agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu “Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh”.
Pengasuh pondok pesantren an Nawawi berjan, gebang, kabupaten Purworejo sekaligus Mursyid tarekat qodiriyah wa Naqsyabandiyah yang bernama KH.Chalwani Nawawi.
mengatakan bahwa “yang putri putri ingkang mboten nderek jumatan kulo anjuraken kempal wonten gero gero ingkang caket masjid eman eman lek mboten nggo ndungo, nggih mboten”.
Maksudnya adalah pada Jumat akhir di bulan rojab ini merupakan hari yang sangat diijabahi oleh Allah SWT. KH. Chalwani Nawawi mengatakan bahwa
“Yang putri-putri yang tidak mengikuti jumatan diharapkan kumpul didaerah yang dekat. Masjid sangat disayangkan kalau tidak dibuat untuk berdoa, iya tidak”.
Pada dasarnya, semua amalan yang kita lakukan, termasuk di Jumat terakhir bulan Rajab, bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meneladani para ulama.














