SIARINDOMEDIA.COM – Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung kini melaksanakan perayaan malam tahun baru yang berbeda dari tahun sebelumnya.
Jika biasanya pada malam tahun baru diadakan acara nobar dan bakar-bakar bersama santri, kali ini mereka justru melaksanakan kegiatan rutin Selasa malam Rabu, yaitu pembacaan Surah Al-Waqiah. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung sejak zaman KH. Nur Salim.
Pembacaan Surah Al-Waqiah ini terbuka untuk umum. Tidak hanya untuk santri Pondok Pesantren Sunan Kalijogo, tetapi juga untuk masyarakat sekitar.
Jemaah yang hadir pun tidak hanya berasal dari daerah Sukolilo, melainkan juga ada wali santri yang datang untuk mengunjungi putra-putrinya.

Setelah pembacaan Surah Al-Waqiah, santri putra melakukan drek (ishari) pada saat Mahalul Qiyam, kemudian ditutup dengan doa.
Para kiai pun menikmati hidangan yang sudah disiapkan di kediaman Bunyai Sepuh, sementara hidangan untuk para santri juga telah disiapkan oleh para mbak-mbak asrama.
Pada malam tahun baru ini, putra bungsu Gus Murtadlo ikut berpartisipasi dalam merayakan tahun baru dengan bakar-bakar sate dan jagung. Beberapa santri dari Asrama D diajak untuk ikut serta dalam acara bakar-bakar tersebut.
“Karena kegiatan ini bersamaan dengan acara rutinan pembacaan Al-Waqiah, semua santri mengikuti kegiatan tersebut. Oleh karena itu, acara tahun baru seperti bakar-bakar dan nobar digeser ke hari Kamis, karena tidak ada banyak kegiatan pada hari itu,” ujar Zahro, Kepala Pondok Asrama D.

“Kenapa kegiatan tahun baru dipindahkan ke hari Kamis dan bukan Rabu? Karena pada hari Rabu santri akan ujian dan kegiatan pada malamnya penuh. Sementara itu, pada hari Kamis kegiatan hanya sampai Asar, setelah itu bebas. Oleh karena itu, kami sepakat untuk mengadakan perayaan tahun baru pada Kamis malam, dengan makan-makan dan nobar,” tambahnya.













