KONVERSI DARI BBM KE KENDARAAN LISTRIK
Sementara itu, Albert Safaria, Manager PLN UP3 Malang mengatakan Konvoi Molis ini digelar untuk menyebarluaskan informasi terkait kendaraan listrik. Karena menurutnya di Malang sendiri saat ini perkembangan kendaraan listrik meningkat pesat.
“Ada sekitar 200-an lebih komunitas roda dua di Malang, dan ekosistem pengguna semakin berkembang,” kata Albert.
Menurut Albert, saat ini masyarakat tidak hanya serta merta selalu membeli kendaraan listrik baru. Namun juga banyak yang mengkonversi kendaraan berbasis bahan bakar minyak ke kendaraan listrik.
“Masyarakat saat ini tidak hanya serta merta beli kendaraan baru, tapi juga kendaraan biasa dikonversi jadi kendaraan listrik,” tukas Albert.

Di sisi lain dijelaskan Albert, dari 100 unit SPKLU rencana yang akan ditambahkan di Jawa Timur, sebagian akan dipasang di Malang Raya. Namun bukan hanya dipasang, juga terdapat peningkatan kualitas seperti fast charging.
Ditemui sebelum konvoi salah satu komunitas sepeda motor listrik, Panca asal Sawojajar menjelaskan dari atas motor listriknya warna merah mirip moge dia mengaku sangat beruntung ada motor listrik yang menurutnya sangat ramah lingkungan dan perawatannya mudah.
“Saya mengenal motor listrik satu tahun lalu. Motor saya yang baru ini lumayan gede enak digunakan untuk boncengan. Tak ada getaran atau suara sangat nyaman dan irit pengeluaran,” ungkap Panca.
Lebih jauh Panca menjelaskan keuntungan motor listrik dibanding motor yang menggunakan BBM, menurutnya sangat jauh. Kalau pakai motor menggunakan BBM 100 rb untuk 5-6 hari dengan pemakaian yang sama tak sampai 100 ribu token listrik bisa untuk 1 bulan.
“Keuntungan lebih besar jika untuk kerja (ojek online) dua hari sekali dicash penuh selama 3 jam,” tandasnya mengakhiri.
Aziz Izzudin, salah satu pengguna molis menjelaskan, keunggulan motor listrik adalh irit biaya.
“Kalau pakai motor BBM sehari bisa habis uang Rp 50 ribu misalnya, dengan molis bisa hanya Rp 30 ribu untuk dua hari,” tandas Aziz. (ABM)












