SIARINDOMEDIA.COM – Partai Republik resmi memutuskan Donald Trump sebagai capres di Pilpres AS November mendatang. Sebagai pasangannya, Trump memilih Senator muda asal Ohio, J.D. Vance, untuk mendampinginya bertarung di kontestasi pemilihan presiden di negara adi daya tersebut.
Keputusan Trump sebagai capres ini diambil dalam Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee, Wisconsin, Senin (15/7/2024) waktu AS. Trump pun kemudian menunjuk Vance sebagai cawapresnya.
Pemilihan J.D. Vance cukup mengejutkan. Pasalnya, senator asal negara bagian Ohio itu selama ini kerap mengkritik keras Trump, bahkan pernah menyebutnya sebagai reinkarnasi Hitler. Namun lambat laun dia menjadi barisan pendukung setia sang mantan presiden.
Vance menjadi ‘darah segar’ dalam arus politik utama di AS. Dia menjadi generasi milenial pertama di puncak panggung politik AS yang saat ini didominasi politikus-politikus gaek.
“Setelah pertimbangan dan pemikiran yang panjang, dan mempertimbangkan bakat luar biasa dari banyak orang lainnya, saya memutuskan orang yang paling cocok untuk menduduki posisi Wakil Presiden Amerika Serikat adalah Senator J.D. Vance dari Negara Bagian Ohio,” kata Trump dalam postingan di jaringan Truth Social miliknya.
Postingan itu dirilis saat Konvensi Nasional Partai Republik sedang berlangsung.
Beberapa jam setelahnya, Vance menerima nominasi resmi dari partainya. Usulan nominasinya datang dari Letnan Gubernur Ohio, Jon Husted.

Politisi berusia 39 tahun itu lalu muncul di konvensi Senin sore waktu setempat, bersama istrinya, Usha Chilukuri Vance.
Dielu-elukan para peserta konvensi, Vance hanya tersenyum dan melambaikan tangannya. Dia menyempatkan diri menyapa dan berjabat tangan dengan para pendukungnya. Namun Vance tidak berkomentar apa pun kepada media.
Nama J.D. Vance menasional setelah menerbitkan memoarnya, ‘Hillbilly Elegy’ pada tahun 2016. Enam tahun kemudian, Vance terpilih menjadi anggota senat.
Dari kritikus sengit, dia menjadi salah satu pendukung setia ‘Make America Great Again’, slogan yang diusung Donald Trump. Slogan tersebut relevan, terutama yang berkaitan dengan isu perdagangan, imigrasi dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Meski demikian, kiprah Vance belum teruji dalam politik nasional AS. Dia seolah mendapat ‘durian runtuh’ dengan kasus penembakan Trump saat kampanye di Pennsylvania, akhir pekan lalu. Peristiwa itu mengguncang peta perpolitikan di AS, sekaligus memperbesar dukungan terhadap Trump, termasuk siapa pun yang akan mendampinginya di Pilpres AS pada 5 November mendatang.
Vance sendiri mengecam keras upaya pembunuhan tersebut. Dalam postingan di X, dia menuding Joe Biden ikut bertanggung jawab karena tuduhan Trump pemimpin fasis otoriter sehingga harus dicegah dengan cara apapun agar tidak sampai berkuasa.
Retorika-retorika kasar semacam itu dinilainya memicu upaya pembunuhan terhadap Trump.
Today is not just some isolated incident.
The central premise of the Biden campaign is that President Donald Trump is an authoritarian fascist who must be stopped at all costs.
That rhetoric led directly to President Trump’s attempted assassination.
— J.D. Vance (@JDVance1) July 14, 2024
Di sisi lain, pengabdian Vance di Korps Marinir AS, menjadi salah satu poin yang menambah kredensialnya. Trump menyebut pengalaman Vance di militer akan membantu menertibkan situasi dalam negeri AS yang dinilainya kacau balau di bawah kepemimpinan Biden.
“Sebagai Wakil Presiden, J.D. akan berjuang untuk Konstitusi kita, berdiri bersama pasukan kita, dan akan melakukan segala yang dia bisa untuk membantu saya Membuat Amerika Berjaya Kembali,” tulis Trump dalam postingannya.
Jika nantinya terpilih, Vance akan menjadi wakil presiden termuda dalam sejarah Amerika Serikat. (TON)
[simpleblogcard url=”https://siarindomedia.com/2024/07/22/trump-kamala-harris-lawan-mudah/”]













