BPBD KOTA MALANG BERI EDUKASI TERKAIT PENCEGAHAN BENCANA PADA DISABILITAS

SIARINDOMEDIA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengadakan kegiatan edukasi khusus mengenai pencegahan bencana bagi penyandang disabilitas di Hotel Ijen Suites & Convention, Selasa (11/6/2024).

Giat ini diikuti sebanyak 137 peserta, yang terdiri dari 75 lansia dan 57 penyandang disabilitas, termasuk tuna rungu, tuna netra, dan penyandang disabilitas fisik.

Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno mengatakan bahwa tujuan dari agenda ini adalah untuk memberi pemahaman terkait teknis kebencanaan.

“Harapan saya, mereka satu, paham tentang teknis kebencanaan. Mulai sebelum terjadi bencana mereka harus ngapain,” ungkap Prayitno pada awak media.

“Kemudian saat ada bencana mereka itu kelompok yang bisa menangani sendiri atau ditolong. Ini harus dipetakan,” sambungnya.

Prayitno menegaskan bahwa agenda ini menunjukkan komitmen Pemkot Malang melalui BPBD dalam memprioritaskan kelompok rentan saat terjadi bencana alam.

Link Banner

“Kita hindarkan kelompok rentan ini terjadi tertinggal. Nah kelompok ini kita bangun mindset orang-orang prioritas ini harus kita dahulukan, terang Prayitno.

“Jadi lansia, difabel, ibu hamil dan sebagainya ketika terjadi bencana harus didahulukan evakuasinya. Dan penanganan juga harus lebih cepat dari pada orang normal,” sambungnya.

Acara edukasi ini mencakup berbagai materi penting, seperti pengenalan jenis bencana, tindakan darurat, simulasi evakuasi hingga aksesibilitas dan bantuan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jatim, Bige Agus Wahjuono, S.E.

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terutama pada sesi simulasi evakuasi yang memberikan pengalaman praktis dalam menghadapi situasi darurat.

Kepala BPBD dan Pj Wali Kota Malang
SIAGA BENCANA. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (kanan) didampingi Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno (kiri) saat memberi keterangan pers di hadapan awak media. Foto: Izzuddin

Dengan adanya edukasi ini, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berharap dapat membangun masyarakat yang lebih tanggap dan siap dalam menghadapi bencana, tanpa memandang perbedaan kondisi fisik dan usia.

Kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab bersama, dan inklusivitas adalah kunci utama untuk melindungi semua lapisan masyarakat.

“Kita berharap dengan adanya sosialisasi ini tidak hanya suatu gambaran langkah-langkah yang dilakukan untuk mempersiapkan menanggulangi bencana, tetapi juga bagian dari tematik yang menjadi masukan bagi Pemkot Malang,” ucap Wahyu pada awak media.

“Mudah-mudahan pada kegiatan ini, sosialisasi ini ada langkah-langkah yang tepat bagi mereka apabila terjadi bencana,” pungkasnya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *