SIARINDOMEDIA.COM – Nama Hasto Kristiyanto kini semakin menjadi perbincangan hangat usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirim surat pemanggilan terhadap Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut. Padahal baru-baru ini, dia pun telah dipanggil ke Polda terkait dugaan penghasutan kecurangan pemilu.
Lalu kini, Hasto mau tak mau harus memenuhi panggilan KPK yang memintanya menjadi saksi gara-gara kasus dugaan suap penetapan calon anggota DPR RI, Harun Masiku.
Hasto dijadwalkan mendatangi kantor KPK pada pekan depan.
“Tim penyidik KPK menjadwalkan pemanggilan Pak Hasto Kristiyanto, kemarin juga ada pertanyaan itu dari teman-teman. Untuk hadir hari Senin, 10 Juni 2024 sekitar pukul 10.00 WIB di dalam surat panggilannya dan tentu sudah dikirim,” ungkap Ali Fikri, Kamis (6/6/2024).
Kepala Bagian Pemberitaan KPK itu berharap Hasto dapat kooperatif dan dapat memenuhi panggilan yang diberikan agar proses penyidikan maupun pencarian Harun Masiku menjadi lebih lancar.
Diketahui, Harun ditetapkan menjadi tersangka dalam dugaan pemberian hadiah atau janji terhadap para penyelenggara negara terkait penetapan calon anggota DPR RI periode 2019-2024.
Namun sayangnya, Harun Masiku kerap mangkir dari panggilan penyidik KPK. Atas dasar itu, penyidik pun memasukkan Harun ke dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO pada Januari 2020 lalu.
Selain Harun Masiku, Wahyu Setiawan yang merupakan anggota KPU periode 2017-2022 pun telah dipindana. Dia sedang menjalani bebas bersyarat dari pindana penjara 7 tahun, tepatnya di Lapas Kelas 1 Kedungpane, Semarang.
Tak hanya mendekam di balik jeruji besi, Wahyu juga dikenai denda Rp200 juta dan tidak memiliki hak berpolitik selama lima tahun, terhitung setelah menjalani hukuman pidana pokok. Mencuatnya kabar pemanggilan Hasto Kristiyanto terkait Harun Masiku tentu cukup membuat publik penasaran.
Apalagi bagi yang tak mengikuti karir politik Sekjen PDI-P tersebut. Politikus kelahiran 7 Juli 1966 itu merupakan lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 1991. Dia pernah menjadi ketua senat Fakultas Teknik UGM.
Nama Hasto di PDI-P kian melejit usai terpilih menjadi anggota DPR RI untuk periode 2004-2009 di Jawa Timur. Kemudian pada 2014, dirinya resmi diangkat menjadi Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP mengisi kekosongan yang ditinggalkan mendiang Tjahjo Kumolo yang kala itu ditarik ke dalam kabinet menteri Presiden Jokowi – Jusuf Kalla.
Hingga kini, Hasto kembali dipercaya menduduki kursi Sekjen PDI-P untuk periode 2019-2024.













