SIARINDOMEDIA.COM – Menjelang bulan Ramadhan yang kurang tiga minggu lagi, Pemerintah Israel menyatakan akan membatasi akses ke Masjid Al-Aqsa. Tak hanya bagi warga Palestina, larangan ini juga diberlakukan terhadap kaum muslim yang hendak beribadah di sana.
Pernyataan tersebut diungkapkan anggota kabinet perang Israel, Benny Gantz. Di akun centang biru X.com miliknya, Gantz mengatakan pembatasan akan diberlakukan selama bulan suci Ramadhan. Alasan dibalik pembatasan akses di salah satu situs paling suci umat Islam itu adalah “semata untuk tujuan keamanan”.
“Pasukan keamanan akan menuntaskan rekomendasi mereka menurut penilaian situasi terkini dan akan dipresentasikan ke eselon politik untuk pengambilan keputusan,” tulisnya.
The decision in principle of the State of Israel throughout the years, and this year as well, is to enable the freedom of worship during Ramadan and the Muslim prayer on the Temple Mount.
Considering the sensitivity around the security situation, restrictions will be put in…
— בני גנץ – Benny Gantz (@gantzbe) February 18, 2024
Sebelumnya, rencana pembatasan akses kunjungan ibadah ke Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan disampaikan Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel, Itamar Ben-Gvir. Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, dikutip dari Channel 13, menyetujui rencana tersebut.
Pemerintahan Netanyahu akan mengumumkan keputusan resminya dalam beberapa hari ke depan.
Meski demikian, badan intelejen internal Israel, Shin Bet, menilai rencana tersebut bisa memantik ancaman keamanan yang lebih “berbahaya”.
Salah satu poin dalam rencana pembatasan tersebut adalah hanya mengijinkan orang-orang berusia 70 tahun ke atas yang tinggal di Yerusalem yang bisa memasuki Masjid Al- Aqsa selama Ramadhan.
Sedangkan penduduk wilayah lain di Tepi Barat yang berada dalam pendudukan Israel, tak boleh masuk ke sana.
Sejak perang di Jalur Gaza Oktober 2023, aparat keamanan Israel membatasi akses Muslim Palestina ke Masjid Al-Aqsa, khususnya pada hari Jumat.
Namun pada pekan lalu, di tengah-tengah pembatasan ketat Israel, sekitar 25 ribu orang dapat memasuki masjid untuk melaksanakan salat Jumat untuk pertama kalinya setelah lebih dari 4 bulan sejak konflik di Jalur Gaza.

Sebagai informasi, Masjid Al-Aqsa merupakan tempat suci bagi tiga agama, Islam, Yahudi dan Kristen.
Bagi umat Islam, tempat yang juga disebut Al Haram Asy Syarif itu merupakan tempat suci ketiga setelah Masjidilharam di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Nabi Muhammad SAW diangkat ke Sidratulmuntaha dalam peristiwa Isra Mikraj dari tempat ini. (TON)












