SIARINDOMEDIA.COM – Salah satu pelari handal asal Kota Malang, Paulus Oliver Yoesoef, ungkap menurunkan berat badan jadi motivasinya dalami hobi lari.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kesempatan bincang santai bersama Direktur Siarindo Media, Abdul Muntholib dalam program ABM Inside di Kantor Notaris & PPAT Paulus Oliver Yoesoef, S.H., Senin (5/2/2024).
“Kalo boleh ngomong kesasar, boleh ngomong kesasar. Tapi kalau ngomong cerita dulu itu pingin kurus,” ucap Paulus.
“Saya dulu lahir obesitas. Kalau biasa orang lahir itu (berat badannya) 2,8 atau 3 kg. Tapi saya 4,5 kg,” tambahnya.
Lebih lanjut, notaris asli Kota Malang tersebut mengatakan bahwa ketika dirinya lahir, ibunya tengah mengalami diabetes. Sehingga kondisi itu berpengaruh pada fisik Paulus.
Bahkan, saat beranjak remaja, berat badan Paulus semakin bertambah. Pada saat itu, keresahan mulai timbul di benak Paulus.
“Waktu saya gemuk itu berat badan saya hampir 100 kg. Pakai baju itu XXL. Kalau ndak XL sport itu ga cukup,” ujar Paulus.
“Celana itu (ukurannya) sampai 36, 38. Saya dari usia SMA sempat kurus. Setelah itu kuliah gemuk, menikah sampai usia 39,” tambahnya.
Sebelum memasuki dunia lari. Founder Pete Sport Community tersebut sempat rutin minum madu asal Thailand satu tahun penuh. Resep itu dia dapatkan dari temannya.
“Saya pakai (minum) madu ada campuran gitu-gitu turun (berat badan). Satu tahun (mengkonsumsi) tanpa henti itu bisa turun sampai 7 kg,” kata Paulus.
Setelah mencoba berbagai treatment menurunkan berat badan, akhirnya Paulus memutuskan untuk menekuni dan mendalami hobi berlari.
Semula dia tidak terbiasa dengan pola latihan para pelari pada umumnya. Berat badan yang masih berlebihan membuat dirinya cepat lelah.
“Saya itu jalan dari Dieng sampai Lembah Dieng itu saja tidak kuat. Apalagi disuruh lari. Ndak kuat saking gemuknya,” kenang Paulus saat awal-awal berlatih lari.
Akhirnya Paulus bertekad untuk mendalami lebih jauh dunia lari dengan mengikuti salah satu event marathon 10k di Surabaya.
Dari situ Paulus Oliver mulai rutin berlatih lari melalui komunitas miliknya. Semula Paulus memiliki berat badan hampir 100 kg, kini bisa turun hingga 70 an kg.
*Dari berat badan yang hampir 100 kg akhirnya turun hampir 20 kg lebih,” ucap Paulus.
“Saya turun hampir sampai sekarang terakhir 75-76 kg,” pungkasnya.
Pria berusia 47 tahun tersebut telah berhasil menaklukkan berbagai event marathon di berbagai penjuru dunia.
Sejauh ini, capaian prestisiusnya adalah berhasil finis di empat gelaran dari enam Major Marathon di seluruh dunia, yakni Tokyo Marathon dan Berlin Marathon di tahun 2019, Chicago Marathon di tahun 2022 lalu dan yang terbaru finis di London Marathon pada Minggu (23/4/2023).














