SEJARAH KUE CUCUR, JAJANAN TRADISIONAL YANG DISEBUT DI SERAT CENTINI PADA ABAD KE-18

SIARINDOMEDIA.COM – Kue cucur, jajanan tradisonal yang menggoda selera, telah menjadi bagian dari tradisi kuliner di berbagai wilayah di Indonesia dan negara tetangga. Yuk kita telusuri sejarah dan keunikan kue cucur:

Kue cucur adalah penganan yang terbuat dari adonan tepung beras dan gula merah, kemudian digoreng hingga renyah. Selain di Indonesia, kue cucur juga populer di Malaysia, Thailand, dan Brunei.

Di Brunei, kue ini disebut sebagai Penyaram, di Malaysia dengan nama Cucur Jawa, dan di Thailand sebagai Khanom Cūcùn atau Cūcùn Yawā.

Asal usul kue cucur belum sepenuhnya terdokumentasi, namun sudah disebutkan di Serat Centini yang diterbitkan pada abad ke-18 M.

Kue cucur memiliki bentuk yang khas: cenderung tebal menggembung di bagian tengah dan tipis di pinggirannya, seperti gunung.

Dalam budaya Betawi, kue cucur termasuk salah satu makanan adat yang sering dihidangkan dalam upacara-upacara adat1.

Kue cucur dapat ditemui di pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia, terutama di area Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan sekitarnya.

Di berbagai daerah, kue cucur juga dikenal dengan nama lain, seperti Pinyaram, Panyaram, atau Paniaram (oleh suku Minangkabau di Sumatera Barat), Dumpi (oleh suku Mandar di Sulawesi Barat), Kucur atau Kocor (oleh suku Madura dan Kangean), dan Wadai Cucur di Kalimantan Selatan.

Di Kalimantan Selatan, kue cucur juga digunakan dalam berbagai kegiatan adat, seperti ritual batimbang anak dan Baayun Mulud.

Kata “cucur” diambil dari bahasa Jawa yang berarti “pancuran” atau “kucuran,” merujuk pada teknik pembuatan kue cucur.

Berikut adalah cara membuat kue cucur:

Bahan-bahan

– 250 gr tepung beras.

– 50 gr tepung terigu.

– 150 gr gula merah.

– 50 gr gula pasir.

– 400 ml air.

– Vanili dan pandan secukupnya.

– Minyak untuk menggoreng.

Cara Memasak

– Rebus gula merah, gula pasir, air, vanili, dan pandan hingga mendidih.

– Campur tepung beras dan terigu hingga rata.

– Setelah air gula mendidih, masukkan ke dalam campuran tepung sambil diaduk hingga rata.

– Tuangkan atau cucur adonan ke dalam wajan yang sudah diisi minyak, lalu Goreng dengan api kecil hingga matang dan berwarna kecoklatan.

Kue cucur siap disajikan. Selamat mencoba!

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *