BENTURAN RASA DAN LOGIKA, PAMERAN TUNGGAL LUKISAN ‘OWAH GINGSIR MENDEM POLITIK’

SIARINDOMEDIA.COM – Pameran tunggal lukisan dengan judul ‘Owah Gingsir Mendem Politik’ resmi dibuka di Galeri Raos Kota Batu. Pameran ini mengambil judul tersebut karena akhir-akhir ini banyak sekali terjadi benturan yang sangat dahsyat, yaitu antara rasa dan logika. Momen ini sesuai untuk menyampaikan pikiran politik. Opening pameran tunggal berupa lukisan-lukisan resmi dibuka Jum’at (2/2/2024).

“Itu respon saya terhadap suatu keadaan, dimana Indonesia sebenarnya tidak baik-baik saja. Terutama dalam persoalan etik dan moral, siapa yang membikin persoalan ini, salah satunya fenomena politik,” kata Slamet Hendro Kusumo, sang pegiat pameran.

Slamet Hendro Kusumo membuka pameran
KEDEPANKAN ETIKA DAN MORAL. Pelukis Slamet Hendro Kusumo membuka pameran tunggal ‘Owah Gingsir Mendem Politik’. Foto: Ayu Setia Ningsih

Pelukis dan seniman ini melanjutkan, fenomena politik ini bisa bertubrukan oleh berbagai macam makna, berbagai macam kepentingan, berbagai macam kekuatan, dan kekuasaan. Oleh karena itu, ketika seseorang tidak sadar memasuki ruang itu, maka dia bisa disebut owah gingsir mendem politik.

Jadi owah gingsir itu sesuatu yang berubah, gingsir itu cepat. Perubahan secara cepat atau dunia sekarang disebut kontemporer. Sedangkan mendem politik itu adalah orang yang tidak sadar bahwa apa yang dilakukan sebenarnya tidak sesuai dengan politik yang ideal.

“Yang ideal itu adalah suatu sistem yang selalu terkoneksi untuk membangun sebuah negara. Mulai dari keadilan kesejahteraan, kesetaraan, dan demokrasi. Dalam melukis ini saya tidak ingin memihak apapun, bahkan saya lebih memfokuskan kepada bagaimana bahwa ketika saya menjadi bagian yang tidak ada dalam ruang politik itu, tetapi kami adalah bagian tubuh dalam politik itu sendiri,” imbuhnya.

Menurutnya, seniman atau kreator memiliki tanggung jawab sosial dan punya integritas.

“Kita tidak bisa lepas dari fenomena ini, bahkan yang berpendidikan tinggi pun tidak lepas. Mendem semua owah semua dalam benturan-benturan yang luar biasa. Sementara itu sebagai masyarakat tiba-tiba kita diajak dalam suatu ruang dimana kita menjadi hadir dalam peristiwa itu,” tutur Slamet.

Pameran tunggal Owah Gingsir Mendem Politik
POTRET CARUT MARUT POLITIK. Pameran tunggal lukisan ‘Owah Gingsir Mendem Politik’ menggambarkan kondisi politik saling memangsa serta niradab dan etika. Foto: Ayu Setia Ningsih

Pameran yang berbau politik ini dihadiri oleh barbagai elemen masyarakat. Mulai dari seniman, ormas politik, dan juga tokoh masyarakat.

Selain itu, Owah Gingsir Politik merupakan kolaborasi dari pondok seni Kota Batu dan Satu Pena Jawa Timur.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *