SIARINDOMEDIA.COM – H. Erick Thohir mengaku sengaja mengajukan permohonan nonaktif dari tugas-tugasnya sebagai Ketua Lakpesdam PBNU. Selain untuk menjaga marwah jam’iyah, Erick mengajukan cuti dari PBNU agar bisa lebih fokus membantu pemenangan Capres-Cawapres no urut 2, yakni pasangan Prabowo-Gibran.
“Saya dihubungi Pak Erick terkait penonaktifan dirinya dari jabatan beliau sebagai Ketua Lakpesdam PBNU,” kata Sekjen PBNU, H Saifullah Yusuf, Jum’at (26/1/2023) di Jakarta.
Erick, ujar Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, sudah jauh-jauh hari mencari cara yang dapat dibenarkan oleh peraturan organisasi, karena dirinya berencana terlibat dalam pemilu dan pilpres.
Dengan posisi nonaktif dari kepengurusan, demikian Gus Ipul menyimak keterangan Menneg BUMN itu, maka berarti Erick telah mematuhi rambu-rambu yang ditetapkan oleh PBNU. Erick ingin memberi contoh bahwa secara organisatoris, NU telah menunjukkan diri sebagai perkumpulan modern yang mengikat para pengurus dan anggotanya dengan rule of the game yang solid.
“Saya sebagai Sekjen PBNU, dapat memahami pendekatan yang dilakukan Pak Erick. Dengan begitu, penegakan dan sikap patuh pada aturan organisasi, adalah sesuatu yang niscaya,” ujar Gus Ipul.
Dia juga mengapresiasi pengurus lain yang mengambil langkah serupa Erick Thohir.
“Alhamdulillah, teman-teman telah menunjukkan rasa tanggungjawab yang tinggi,” tambah Gus Ipul.
Untuk diketahui, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menerima permohonan nonaktifkan Erick Thohir dari jabatan Ketua Lakpesdam PBNU pada Rabu (24/1/2024). Erick Thohir bergabung dengan 64 fungsionaris lainnya yang juga nonaktif dari sejumlah jabatan di PBNU, karena menjadi tim sukses atau relawan capres-cawapres dan calon legislatif serta DPD RI.
Ketua Umum PSSI itu dinonaktifkan melalui surat bernomor 285.a/PB.01/A.II.01.08/99/01/2024. Surat tersebut sebagai pembaruan dari surat penonaktifan yang sebelumnya diterbitkan oleh PBNU pada 21 Januari 2024.
“SK No 285.a merupakan perbaikan dari SK 285 terhahulu,” jelas Wakil Ketua Umum PBNU, H Amin Said Husni, di Jakarta.
Amin Said menerangkan, SK 285.a sekaligus mengoreksi nama Inayah Abdurrahman Wahid, KH Fuad Nurhasan, dan Imron Rosyadi. Tiga nama tersebut dikeluarkan dari daftar karena ada klarifikasi dari yang bersangkutan bahwa mereka bukan bagian dari tim sukses capres-cawapres.
“Dan menambahkan nama Erick Thohir (relawan capres), Andi Salahuddin, dan Gus Hilmy Muhammad (calon DPD),” terang Amin Said.












