SIARINDOMEDIA.COM – Puasa Ayyamul Bidh Desember 2023 jatuh pada tanggal 26, 27, dan 28. Sebagian umat muslim pun melakukan ibadah sunnah ini mulai hari ini. Namun, ada juga yang ingin mengerjakan ibadah tambahan ini tapi baru mengetahui kalau hari ini adalah Ayyamul Bidh atau ada juga muslimah yang baru bersuci hari ini sehingga baru bisa berpuasa besok.
Lantas, bolehkah puasa Ayyamul Bidh hanya dua hari?
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang dilakukan setiap bulan selama tiga hari berturut-turut mulai tanggal 13, 14 dan 15 bulan Hijriah. Hal ini pun diterangkan Rasulullah SAW. dalam hadistnya.
“Rasululullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “wahai Abu Dzar jika engkau berpuasa 3 hari dalam setiap bulan maka berpuasalah pada tanggal 13, 14 dan 15.” (HR. Tirmidzi no.761 dan Nasai no.2422 Dan Abu Daud di Musnadnya no.477. Dishahihkan oleh Al-Albani)
Lalu untuk waktu pelaksanaan puasa sunnah ini, Ustaz Dzulqarnain Muhammad Sunusi menjelaskan melalui saluran Youtubenya.
“Semua itu tergantung dari niatnya. Jadi jika sudah niat melaksanakan puasa Ayyamul Bidh tapi ada udzur sehingga hanya bisa dilaksanakan dua hari, maka tidak ada masalah,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa muslim dan muslimah tidak perlu mengganti puasa jika rentang waktu pelaksanaannya sudah lewat.
Sementara itu, melalui Kitab Fatawa Ibn Baz 370/15, Syaikh Ibn Baz berpendapat bahwa puasa Ayyamul Bidh boleh dikerjakan meskipun hanya 1 atau 2 hari saja.
“Jika tidak memungkinkan, boleh tidak berpuasa pada tanggal 13 Hijriah. Jadi ia berpuasa pada tanggal 14 dan 15 Hijriah,” tulis Syaik Ibn Baz yang diterjemahkan oleh Syed Muhammad Soleh al Munajid dalam buku Supaya Ramadhan Sempurna.
Puasa ini juga disebut sebagai puasa hari putih karena dilaksanakan saat bulan bersinar dengan terang dan nampak lebih putih bercahaya.
Rasulullah sendiri tidak pernah meninggalkan amalan ini hingga wafat. Hal ini sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim berikut.
Artinya: “Rasulullah SAW berpesan kepadaku tiga hal yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa setiap tiga hari pada setiap bulannya, mengerjakan dua rakaat salat dhuha, serta salat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari dan Muslim).














