PASTIKAN CALON PPPK MODERAT, KANKEMENAG KOTA BATU GELAR SKTT

SIARINDOMEDIA.COM – Guna memastikan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Kankemenag Kota Batu gelar Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) di Laboratorium Komputer MAN Kota Batu, Selasa (12/12/2023).

Tes Moderasi Beragama dengan menggunakan Sistem Computer Assisted Test (CAT) ini diikuti oleh 43 peserta yang memilih titik lokasi (tilok) Kota Batu. Satu orang peserta tidak hadir tanpa keterangan dan otomatis gugur dalam proses seleksi.

Analis Kepegawaian Kankemenag Kota Batu, Aqim Mustaqim menyampaikan, peserta wajib menaati seluruh tata tertib pelaksanaan SKTT CPPPK. Kelalaian dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi tanggung jawab peserta.

“Walaupun dari ketentuan peserta wajib membawa laptop, namun kami (panitia) memfasilitasi komputer dan jaringan internet,” kata Aqim.

“Harapannya bisa membantu para peserta agar lebih konsentrasi tes, tidak terganggu hal teknis,” sambungnya.

IKUTI PROSEDUR. Analis Kepegawaian Kankemenag Kota Batu, Aqim Mustaqim sedang mengawasi peserta calon PPPK Kemenag Kota Batu. Foto: Ist/Dino

Aqim menambahkan, seluruh perangkat komputer yang dipakai tes telah terinstal Safe Exam Browser (SEB) sebagai salah satu ketentuan untuk mengakses aplikasi tes. SKTT di Kota Batu hanya berlangsung satu sesi selama 90 menit dengan 60 butir soal.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kankemenag Kota Batu, Rohmatulloh menyampaikan, SKTT merupakan upaya Kemenag memastikan setiap ASN-nya berpaham moderat.

“Ada empat komponen materi yang diujikan: Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Anti Kekerasan, Penerimaan terhadap Tradisi. 4 komponen ini menjadi pilar moderasi beragama,” papar Rohmat.

Lebih lanjut, Kasubbag TU mengurai bahwa materi Komitmen Kebangsaan akan menguji penerimaan peserta terhadap prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi UUD 1945 dan regulasi di bawahnya.

Sedangkan materi Toleransi, menguji penghormatan atas perbedaan dan memberi ruang orang lain untuk keyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat, menghargai kesetaraan dan sedia bekerjasama.

Adapun materi Anti Kekerasan menguji penolakan tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, dalam mengusung perubahan yang diinginkan.

Terakhir, materi Penerimaan terhadap Tradisi menguji keramahan peserta dalam menerima tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaannya, sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama.

“Ada yang menarik, satu peserta dari Kalimantan Timur ikut tilok Kota Batu. Kebetulan yang bersangkutan sedang ada di sini (Kota Batu). Beliau guru PTT di MTsN Balangan,” tutur Rohmat.

Terkait jalannya tes, Kasubbag TU mengungkapkan seluruh proses SKTT mulai registrasi, body checking, hingga ujian berakhir berlangsung lancar.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar, tidak ada kendala yang berarti. kendala teknis terkait perangkat atau jaringan juga tidak ada. Semoga SKTT ini benar-benar menghasilkan ASN yang moderat,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *