TUNTUT GENCATAN SENJATA, PALESTINA SERUKAN AKSI MOGOK KERJA

SIARINDOMEDIA.COM – Para aktivis Palestina menyerukan aksi mogok kerja hari ini, Senin (11/12/2023). Aksi tersebut untuk menuntut segera diberlakukannya gencatan senjata di tengah agresi Israel yang semakin banyak merenggut korban jiwa orang-orang tak bersalah.

Berbagai institusi, sektor perdagangan dan industri Palestina menyatakan akan turut berpartisipasi dalam aksi mogok kerja hari ini.

Otoritas Moneter Palestina mengumumkan penutupan sistem perbankan untuk para nasabah pada Senin ini. Dengan demikian tidak akan ada sesi penutupan kliring.

Sementara gerakan pemuda, serikat pekerja dan faksi-faksi di Palestina menyerukan aksi mogok kerja di semua sektor untuk menuntut gencatan senjata di Gaza yang diveto AS pada pekan lalu.

Serikat pekerja sektor transportasi di Palestina mendesak solidaritas global para pekerja untuk sama-sama turun ke jalan dan melakukan aksi sampai agresi brutal Israel di Gaza berhenti.

Pun demikian dengan Persatuan Guru Palestina yang mengkonfirmasi akan melakukan mogok di seluruh sekolah, kantor-kantor pendidikan serta Kementerian Pendidikan Palestina.

Faksi Fatah yang menguasai Tepi Barat dan Yerusalem juga menyerukan hal yang sama. Dalam pernyataannya, Fatah menegaskan bahwa aksi mogok kerja tersebut merupakan penolakan terhadap dominasi AS serta menunjukkan solidaritas seluruh rakyat Palestina atas apa yang terjadi di Gaza.

Menanggapi seruan tersebut, Lebanon pada hari Minggu kemarin mengatakan semua kantor pemerintah, sekolah, serta lembaga pendidikan tinggi negeri dan swasta di negara itu, akan mengadakan pemogokan umum untuk mendukung apa yang disebut sebagai “panggilan global untuk Gaza”.

People’s Forum, sebuah organisasi pekerja di New York, AS, menyatakan akan ikut berpartisipasi dalam aksi mogok tersebut.


Sejumlah aktivis perdamaian dan kemanusiaan di seluruh dunia juga memposting di media sosial. Mereka mengajak masyarakat global untuk bergabung dalam aksi mogok kerja tepat di awal pekan ini.


Seruan mogok kerja ini merupakan pesan kepada masyarakat dunia untuk menunjukkan solidaritas kepada wanita, anak-anak dan kaum lansia yang menderita paling parah akibat serangan brutal Israel di Gaza.

Agresi Israel selama dua bulan terakhir telah menghancurkan begitu banyak infrastruktur publik, melukai puluhan ribu warga serta membunuh lebih dari 18.000 jiwa, yang angkanya terus bertambah setiap harinya. (TON)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *