GENAP 25 TAHUN, FKAUB MALANG GELAR TASYAKURAN DI GEDUNG PCNU KOTA MALANG

SIARINDOMEDIA.COM – Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang genap memasuki usia 25 tahun. Guna memperingati hari jadinya, FKAUB Malang menggelar tasyakuran di Gedung PCNU Kota Malang, Rabu (20/9/2023).

Agenda ini dihadiri oleh beberapa lapisan masyarakat dan tokoh lintas agama di Kota Malang. FKAUB Malang sendiri berdiri dengan membawa spirit menjaga kebhinekaan atau perbedaan yang ada di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Dalam draft awal pembentukannya, tepatnya pada 20 September 1998, ada tiga poin yang menjadi komitmen FKAUB Malang dalam menjaga kebhinekaan itu sendiri. Pertama, membantu menyelesaikan masalah yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia khususnya di wilayah Kota Madya Malang. Kedua, bertekad untuk saling menghormati dan melindungi harkat, martabat serta hak asasi manusia dari upaya-upaya pelecehan dan perusakan. Dan ketiga, bertekad untuk meningkatkan dan mengembangkan persaudaraan antar umat yang berada suku, agama, ras dan antar golongan.

Di sisi lain, tasyakuran ini dimulai pukul 20:00 WIB. Sebelum agenda dimulai, panitia memutarkan video dokumentasi kegiatan-kegiatan yang telah digagas oleh FKAUB Malang itu sendiri. Banyak momen yang berhasil direkam dalam himpunan video dokumentasi tersebut.

Segmen ini menjadi momentum peringatan atas perjuangan para pengurus dan pendahulu FKAUB Malang dalam menjaga serta merangkul semua pihak dengan giat-giat positif.

Selepas pemutaran kompilasi video dokumentasi, agenda dilanjutkan dengan doa pembuka yang dalam hal ini dipimpin langsung oleh Sekretaris PCNU Kota Malang, H. Ikhsan, M.Pd., Wk. Kemudian agenda dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta lagu Ya Lal Wathon.

DIHADIRI TOKOH LINTAS AGAMA. Sekretaris PCNU Kota Malang, H. Ikhsan, M.Pd., Wk. membuka agenda dengan doa bersama. Foto: Izzuddin

Selanjutnya, agenda disambung dengan beberapa sambutan. Sambutan pertama perwakilan dari Koordinator Presidium FKAUB Malang, dalam hal ini disampaikan oleh RD. Josephus Cuperano Eko Atmono.

Dalam sambutannya, Romo Eko mengajak para hadirin untuk refleksi tentang kiprah FKAUB Malang itu sendiri.

“Ada dua pertanyaan yang ingin saya sampaikan di sini. Satu, sampai di manakah kita ini? Apakah kita sudah ber-FKAUB juga mengamalkan kerukunan antar umat beragama sudah sampai di mana?” ucap Romo Eko.

“Yang kedua adalah quo vadis, kita mau ke mana atau sampai di mana? Mau menyerah atau lemparkan (kepengurusan) ke orang lain?” imbuhnya.

AJAK REFLEKSI. Koordinator Presidium FKAUB Malang, RD. Josephus Cuperano Eko Atmono saat menyampaikan sambutan di agenda Tasyakuran hari lahir FKAUB Malang ke 25. Foto: Izzuddin

Lebih lanjut, Koordinator Presidium FKAUB Malang tersebut menambahkan, bahwa tempat yang digunakan untuk tasyakuran di usia emasnya ini, yaitu gedung PCNU Kota Malang, merupakan tempat bersejarah dibentuknya organisasi yang menaungi semua agama dan kepercayaan di Kota Malang tersebut.

“Kita sekarang berada di rumah bersejarah. Tempat FKAUB (Malang) dulu digagas dan dilahirkan,” ujar Romo Eko.

Kemudian, sambutan kedua dilanjutkan dari perwakilan PCNU Kota Malang yang dalam hal ini diwakili Sekretaris Tanfidziyah Muhammad Faisol Fatawi, M.Ag dan disusul dengan pemaparan sejarah perkembangan sepak terjang FKAUB Malang yang disampaikan oleh Presidium Kristen, Pdt. Budi Prasetyanto/Chrysta BP Andrea, S.Th., M.Th.

Selepas beberapa sambutan tuntas, agenda tasyakuran dipungkasi dengan pemotongan tumpeng secara simbolis yang dipimpin langsung oleh Koordinator Presidium FKAUB Malang.

SIMBOLIS DI TEMPAT BERSEJARAH. Koordinator Presidium FKAUB Malang, RD. Josephus Cuperano Eko Atmono saat memotong tumpeng simbolis di gedung PCNU Kota Malang. Foto: Izzuddin

Melalui agenda ini, Romo Eko berharap ke depannya FKAUB Malang semakin kuat dalam hal menjaga persaudaraan dan komunikasi antar umat beragam baik di Malang maupun Indonesia.

“Cita-cita ke depan saya membuka hati mau berjumpa, memberi waktu, sharing waktu, sharing tenaga, ya apapun yang bisa dibuat bersama,” ucap Romo Eko.

“Jadi dialog itu intinya ada dua; saling menghargai, saling membuka hati, saling percaya, saling memajukan, saling menemani karena sebetulnya kita di dunia ini mengembara, ziarah bersama,” pungkas Koordinator Presidium FKAUB Malang tersebut.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *