MALEMAN 29 RAMADHAN DI MUSHOLLA BAITURRAHIM NAPEL, SUKOLILO WAJAK

SIARINDOMEDIA.COM – Malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah masa yang sangat diistimewakan oleh sebagian masyarakat Muslim. Pun demikian dengan masyarakat Muslim Jawa.

Di Jawa ada sebuah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat yang disebut dengan maleman. Tradisi maleman ini adalah sebuah upaya mengingatkan tentang adanya Malam Lailatul Qadar yang jatuh pada malam tanggal ganjil di sepertiga terakhir bulan Ramadhan.

Di Dusun Napel, Desa Sukolilo, Wajak, Kabupaten Malang, masyarakat masih nguri-uri tradisi malam songolikur (29) di bulan Ramadhan.

Kegiatan nguri-uri tradisi ini dilakukan dengan kenduri asahan (panci berisikan makanan) yang diselenggarakan ba’da tarawih pada hari ke-28 atau malam ke-29 bulan Ramadhan yang bertepatan dengan hari Rabu, 19 April 2023. Kegiatan ini dilakukan di Musholla Baiturrahim.

Adapun asahan yang digunakan dalam kenduri ini disiapkan oleh masyarakat. Selanjutnya asahan tersebut ditukarkan dengan asahan lain secara acak.

Malam Lailatul Qadar memang tidak diketahui secara pasti. Namun umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan ibadah di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan terutama pada malam-malam ganjil, salah satunya dengan tradisi maleman.

Link Banner

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *