SIARINDOMEDIA.COM – Ulama Buya Yahya memaparkan bahwa bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan di bulan Ramadhan.
“Ayo kita hidupkan di bulan Sya’ban dengan beribadah. Puasa, khususnya yang punya hutang puasa,” papar Buya Yahya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah R.A bahwasannya Nabi Muhammad banyak berpuasa di bulan Sya’ban.
Buya Yahya juga menjelaskan bahwa bulan Sya’ban terdapat malam yang dinamakan malam Nisfu Sya’ban.
Malam Nisfu Sya’ban maksudnya adalah malam pertengahan Bulan Sya’ban.
Buya Yahya menerangkan malam Nisfu Sya’ban merupakan malam yang spesial.
“Allah mengetahui yang terjadi pada hambanya Allah melihat khusus kepada hambaNya di malam Nisfu Sya’ban,” jelas Buya Yahya.
“Dan Allah akan mengampuni semua makhlukNya kecuali dua orang yang tidak mendapat pengampunan yaitu musyrik dan memiliki permusuhan dengan saudara,” tambah Buya Yahya.
Buya Yahya juga menjelaskan bahwa Allah memberikan ampunan pada malam Nisfu Sya’ban lebih banyak daripada bilangan bulu dombanya Bani Kilab.
Maksudnya kalimat tersebut menerangkan bahwa Allah memberi pengampunan seluas-luasnya.
“Maka dari itu alangkah indahnya, alangkah baiknya malam itu kita hidupkan seperti salafus shalih menghidupkan” ungkap Buya Yahya.
“Meningkatkan istighfar sebanyak-banyaknya, berdamai dengan Allah, berdamai dengan saudara,” lanjutnya.
Ulama berusia 49 tahun itu juga mengungkapkan bahwa disarankan melaksanakan sholat tahajud, sholat tasbih, sholat taubat, atau sholat sunnah-sunnah lainnya pada malam Nisfu Sya’ban.
“Allah memberikan rahmat secara khusus di malam Nisfu Sya’ban,” Buya Yahya menganjurkan.
Membaca Yasin tiga kali dengan niat yang pertama dikuatkan iman, kedua dimudahkan rizki, dan ketiga meminta dipanjangkan umur.
“Ini dinamakan tawassul dengan amal sholih,” tegas Buya Yahya.














