TEKAN EMISI KARBON, MAHASISWA UMM RANCANG KNALPOT RAMAH LINGKUNGAN

SIARINDOMEDIA.COM – Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menjadi salah satu penyebab sederet masalah yang tak menentu di Indonesia.

Mengutip pernyataan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), emisi karbon yang dihasilkan pada 2021 di angka 259,1 juta ton dari seluruh penggunaan bahan fosil. Jika hal ini tidak ditangani, maka dikhawatirkan terjadi kerusakan lapisan ozon yang berakibat pada naiknya suhu dan perubahan iklim.

Mengambil langkah awal pencegahan, Yuan Rafika, mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama timnya merancang inovasi untuk mengurangi emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Alat tersebut diberi nama Exhaust Carbon Filter.

Alat ini berupa knalpot yang dapat menyaring gas karbon dioksida (CO2) kemudian diubah menjadi oksigen. Senyawa yang dihasilkan melalui penyaringan tersebut adalah oksigen dan senyawa organik yang dapat dibuang secara langsung tanpa mencemari lingkungan.

“Sistem kerjanya sebenarnya terinspirasi dari sistem fotosintesis pada tumbuhan, di mana CO2 dengan bantuan air dan sinar matahari diubah menjadi glukosa dan oksigen yang dilepas ke alam,” kata Rafika.

Dengan mengadopsi sistem fotosintesis terebut, air nanti akan bereaksi dengan CO2 menggunakan bantuan sinar matahari yang digantikan dengan sistem listrik pada aki.

Adapun jumlah air yang dapat ditampung pada knalpot yakni berkisar 100 ml untuk jarak tempuh satu hingga dua jam perjalanan. Durasi ini akan terus dikembangkan karena sifat air yang mudah menguap, juga melihat kondisi knalpot yang mudah panas.

“Saat ini, fitur yang direncanakan ada pada knalpot tersebut adalah peredam suara sesuai ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan filter gas CO2. Nantinya, kami terus mengembangkan exhaust carbon filter ini dengan menambahkan fitur-fitur baru sesuai standar, agar produk yang dihasilkan semakin unggul dan banyak peminatnya,” tandasnya.

Sasaran utama dari produk ini adalah para pemilik kendaraan umum yang ada di Indonesia. Rafika dan timnya berharap, hadirnya terobosan ini menjadi langkah awal untuk perubahan Indonesia menjadi lebih baik Utamanya dalam aspek lingkungan.

“Mau tidak mau, Indonesia harus bergerak maju untuk perubahan yang lebih baik. Salah satunya dengan menggunakan knalpot ramah lingkungan ini. Semoga jika sudah rampung, knalpot ini dapat diproduksi masal dan diperjual belikan untuk masyarakat umum,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *