SIARINDOMEDIA.COM – World Health Organization (WHO) dan organisasi kesehatan lain di seluruh dunia memperingati Hari Hepatitis Sedunia setiap tahun ditanggal 28 Juli.
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia ini telah dilaksanakan sejak tahun 2010.
Momen ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia tentang penyakit hepatitis.
Selain itu, peringatan ini juga untuk mendorong upaya pencegahan, pengelolaan, dan pengobatan yang efektif tekait penyakit ini.
Menurut WHO, 28 Juli diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia karena bertepatan dengan ulang tahun ilmuwan Nobel, Dr. Baruch Blumberg.
Dr Blumberg merupakan ilmuan yang menemukan virus hepatitis B (HBV) dan mengembangkan tes diagnostik dan vaksin untuk virus tersebut.
Perlu diketahui bahwa hepatitis merupakan penyakit peradangan pada hati yang disebabkan oleh berbagai virus menular dan agen tidak menular.
Hal ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan beberapa diantaranya berakibat fatal.
Terdapat lima jenis virus utama hepatitis yang disebut sebagai tipe A,B,C,D dan E.
Virus Hepatitis tipe B inilah yang ditemukan oleh Dr Baruch Blumberg. Virus ini ditemukan pada 1967 dan dua tahun kemudian Dr Blumberg mengembangkan vaksin hepatitis pertama.
Pada tahun 1976, Dr Blumberg mencapai puncak karirnya dengan memenangkan hadiah Nobel dan Fisiolog atau Kedokteran.
Atas pencapaian tersebut, penemuan virus dan vaksinnya memberikan dampak besar bagi masyarakat dunia dalam mengatasi penyakit akibat infeksi hepatitis.
Oleh karena itu, Hari Hepatitis Sedunia dirayakan oleh masyarakat di seluruh dunia sembari merayakan ulang tahun Dr Blumberg.
Peringatan ini juga untuk mengenang Dr Blumberg yang telah menemukan penyakit ini beserta vaksinnya.
Hari Hepatitis Sedunia ini diperingati sebagai wadah global untuk mengintensifkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit hepatitis.
Tentu saja, tujuan utama perayaan ini adalah untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit hepatitis.
Kesadaran dan pengobatan hepatitis yang semakin meningkat diharapkan mampu menurunkan angka kematian dan menyelamatkan lebih banyak jiwa.













