SIARINDOMEDIA.COM – Cuaca panas yang melanda beberapa wilayah di Jawa Timur, khususnya Kota Malang, mulai berdampak pada harga kebutuhan pokok, terutama sayur-mayur.
Pantauan di Pasar Besar Malang menunjukkan adanya kenaikan harga pada beberapa jenis sayuran sejak beberapa minggu terakhir.

Salah satu pedagang, Ibu Nanik (65), mengungkapkan bahwa harga bungkul (kubis) mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
“Semenjak cuaca panas ini, harga sayurnya agak meningkat. Bungkul itu menjadi 45 ribu per kilogram,” jelasnya.
Menurutnya, cuaca panas yang berkepanjangan menjadi penyebab pasokan sayur dari petani berkurang. Tanaman lebih mudah layu, dan hasil panen menurun. Sehingga distribusi ke pasar juga tidak sebanyak hari-hari biasanya.
Dia mengaku, bahwa kenaikan harga tidak hanya terjadi pada bungkul, melainkan juga pada sayuran lainnya, seperti bayam, kangkung, dan wortel.
“Petani banyak yang mengeluh, katanya hasil panennya menyusut. Sayur yang datang ke pasar pun tidak sebanyak biasanya. Akhirnya kami juga terpaksa menaikkan harga,” tambahnya.
Para pembeli di Pasar Besar Malang juga turut merasakan dampak dari kenaikan harga ini. Salah satunya, Ibu Rini (39), seorang ibu rumah tangga yang sering berbelanja di pasar tersebut.
“Biasanya saya bisa beli banyak sayur untuk stok seminggu, sekarang jadi harus pilih-pilih. Harga naik semua,” keluhnya.
Selain cuaca panas, beberapa pedagang juga mengaitkan kenaikan harga dengan biaya transportasi yang meningkat. Hal ini disebabkan karena permintaan logistik yang cukup tinggi dari daerah penghasil sayur di dataran tinggi, seperti Pujon dan Batu.
Dengan cuaca yang masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan suhu, masyarakat diimbau agar lebih bijak dalam merencanakan belanja harian, terutama untuk kebutuhan dapur.














