SIARINDOMEDIA.COM – Outdoor Learning Space di Universitas Negeri Malang (UM) mendadak ramai oleh antusiasme mahasiswa dalam PROLING (Promosi Pameran Keliling).
Sebuah kegiatan yang mengusung semangat seni, kolaborasi, dan inovasi sebagai bentuk promosi kreatif menuju pameran diklat UKM Sanggar Minat.
Suasana Outdoor Learning Space (OLS) Universitas Negeri Malang tampak lebih semarak dari biasanya.
Pameran kecil bertajuk PROLING (Promosi Pameran Keliling) digelar sebagai ajang pembuka dan pemanasan menuju pameran diklat yang akan diselenggarakan pada 25 hingga 27 April 2025 mendatang.
PROLING Gaet Antusiasme Mahasiswa
Acara ini diinisiasi oleh UKM Sanggar Minat, dan ketua pelaksana pameran Kechill Dekil, Ovin Ananta.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan yang bertujuan untuk memperkenalkan kegiatan pameran lebih awal kepada masyarakat.

“PROLING ini pre-event dari pameran diklat 32 UKM sanggar minat. Tahun lalu pameran diklatnya Namanya NDUDUK SILO, sedangkan tahun ini namanya KECHILL DEKIL Kemudian sebelum pameran dimulai, kita ada pre-event ini untuk kegiatan promosinya. Ditahun lalu namanya PALING, kemudian ditahun ini namanya PROLING (Promosi pameran keliling),” jelas Ovin.
Pemilihan lokasi di Outdoor Learning Space, menurut Ovin karena kawasan tersebut dianggap sebagai titik strategis karena menjadi tempat lalu lintas mahasiswa dari berbagai fakultas.
“Tahun ini sempat trial di tempat lain saat bulan puasa, tapi kurang efektif,” ujarnya
“Akhirnya kami berdiskusi dan sepakat kalau di Outdoor Learning Space ini tempat paling ideal ruangannya luas, strategis, dan lebih nyaman untuk pengunjung,” tambahnya.
Salah satu daya tarik utama pra-event tahun ini adalah adanya aktivitas kreatif seperti meronce, sesi gambar bareng, hingga kolaborasi dengan bidang kewirausahaan internal UKM Sanggar Minat.
Tidak hanya menjadi ruang promosi, acara ini juga menjadi ajang jual-beli produk karya mahasiswa.
Menariknya, dalam brosur promosi juga disisipkan voucher potongan harga yang bisa ditukarkan di booth merchandise atau manual photobox. Menurut Ovin, strategi ini cukup efektif untuk menarik perhatian siswa.
“Manual photobox ternyata lumayan menarik minat. Apalagi konsepnya digambar tangan, jadi punya nilai personal dan estetik,” ujarnya.














